Penuh Canda Tawa & Kehangatan, Ibadah Kreatif Sektor Jerikho GPIB Maranatha Pererat Persekutuan

Andre Sulla • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 10:29 WIB
Jemaat Sektor Pelayanan Jerikho GPIB Maranatha Denpasar mengikuti ibadah kreatif di Pondok Jaka Sangeh, Abiansemal, Selasa (25/8). Suasana berlangsung hangat, penuh canda tawa, dan mempererat persaudaraan antar jemaat.(Foto Andre Sulla)
Jemaat Sektor Pelayanan Jerikho GPIB Maranatha Denpasar mengikuti ibadah kreatif di Pondok Jaka Sangeh, Abiansemal, Selasa (25/8). Suasana berlangsung hangat, penuh canda tawa, dan mempererat persaudaraan antar jemaat.(Foto Andre Sulla)

 "Tembok" Perbedaan Tak Lagi Punya Tempat di Tengah Persekutuan

MANGUPURA, Radarbadung.jawapos.com — Suasana penuh keakraban dan kekeluargaan mewarnai Ibadah Kreatif Sektor Pelayanan Jerikho GPIB Maranatha Denpasar, yang digelar di Pondok Jaka Sangeh, Abiansemal, Selasa (25/8/2026).

Kegiatan ini tak sekadar menjadi ruang beribadah, melainkan juga momentum mempererat tali persaudaraan antar jemaat.

Mengangkat tema "Persekutuan yang Rukun dan Damai Sejahtera" berlandaskan Mazmur 133, jemaat diajak menyadari kembali pentingnya hidup dalam kasih, saling menopang, mengampuni, serta menjaga keharmonisan sebagai satu keluarga besar dalam persekutuan.

Ibadah dipimpin Pelayan Firman Pdt. Sonya A. Medyarto-Sitaniapessy, didampingi Pelayan Liturgi Pnt. Felix Diaz dan Pelayan Persembahan Dkn. Kalvin W. Lay.

Sejak awal, suasana berlangsung hangat. Jemaat tidak hanya mengikuti ibadah secara khidmat, tetapi juga terlibat dalam berbagai interaksi yang mencairkan suasana — mulai dari nyanyian anak, kaum bapak, muda-mudi, hingga persembahan nyanyian kaum ibu.

Dalam sesi refleksi, jemaat diajak menengok kehidupan sehari-hari: kesibukan, urusan keluarga, maupun persoalan yang kerap membuat hubungan sesama menjadi renggang.

"Bahkan tidak jarang seseorang hadir secara fisik, namun hatinya masih menyimpan kekecewaan atau luka," demikian pesan yang diperdalam melalui pembacaan Mazmur 133 secara silih berganti, mengingatkan bahwa hidup rukun dan damai adalah sesuatu yang indah serta mendatangkan berkat.

Suasana semakin cair ketika Pdt. Sonya mengajak pasangan suami istri beserta anak-anak berinteraksi dengan para penatua jemaat.

Pertanyaan dan celetukan spontan sontak mengundang gelak tawa yang memenuhi ruangan.

"Interaksi tersebut justru menjadi simbol sederhana tentang kasih, kedekatan, dan pentingnya membangun hubungan yang hangat di antara sesama jemaat," ujar Pdt. Sonya.

Melalui suasana akrab itu, jemaat diingatkan bahwa hubungan yang baik dengan sesama tidak dapat dipisahkan dari hubungan yang baik dengan Tuhan. 

Setelah rangkaian ibadah, suasana berubah menjadi makin pecah dan meriah saat deretan lomba antardasawisma dimulai.

Kompetisi tarik tambang, sepak bola, tebak lagu, dan berbagai permainan lainnya menjadi ajang kebersamaan yang tak kalah berkesan.

Sorak-sorai penonton, celetukan jenaka, dan tegangan di arena seketika melebur dalam gelak tawa bersama — membuktikan bahwa "tembok" perbedaan tak lagi punya tempat di tengah persekutuan.

Dalam amanat pengutusan, Pdt. Sonya mengaitkan makna nama Jerikho — kota yang temboknya runtuh melalui ketaatan dan penyertaan Tuhan.

"Dalam kehidupan bersama, selalu ada 'tembok' yang muncul: kesibukan, perbedaan pendapat, persoalan, hingga luka hati. Namun ketika kita memilih berjalan bersama dalam kasih Tuhan, tidak ada tembok yang terlalu tinggi untuk diruntuhkan," tegasnya.

Pesan penutup menguatkan: "Jangan berjalan sendiri. Tetaplah bersatu, saling menopang, saling mengampuni, dan hidup dalam kasih."

Ibadah kreatif ini pun ditutup dengan semangat untuk membawa pulang bukan sekadar kenangan kebersamaan, tetapi komitmen untuk menjadikan Sektor Jerikho keluarga yang semakin rukun, damai, dan mampu menjadi berkat bagi lingkungan sekitar.

"Sebab, ketika berjalan bersama Tuhan, tembok dapat menjadi jalan, perbedaan dapat berubah menjadi kekuatan, dan persekutuan dapat menjadi kesaksian nyata tentang kasih Kristus," tutupnya.***

Editor : Donny Tabelak
Sumber : Radar Badung
ibadah kreatif sektor jarikho pendeta GPIB Maranatha Denpasar