Radarbadung.jawapos.com- Keheningan malam di kawasan Pelabuhan Buleleng, Kelurahan Kampung Bugis, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng pada Jumat (15/8) seketika berubah.
Sebab seorang remaja bernama Ketut Pasek Putrawan, 15, asal Kelurahan Paket Agung, Kecamatan Buleleng memilih menceburkan diri.
Korban Pasek awalnya pergi memancing ikan ke Pelabuhan Buleleng bersama dengan Komang Suartana, 34, kakak korban, dan Komang Ngurah Sudiarta, 45, yang sama-sama beralamat di Kelurahan Paket Agung, pada Jumat (15/8) sekitar pukul 19.30 Wita. Mereka melakukan aktivitas memancing di dermaga/anjungan pantai.
Sekitar pukul 22.30 Wita, Pasek kehabisan umpan memancing, sehingga Suartana menyarankannya untuk kembali pulang.
Namun korban enggan kembali, tetapi mondar mandir dengan perasaan emosi, sembari mengeluarkan kata-kata kasar yang didengar langsung Suartana.
Agar tidak berkepanjangan, kakak korban pun berniat membelikan umpan, tetapi Pasek bersikeras tidak mau, malah melempar pancingnya ke laut.
Korban sempat diam sejenak, namun secara tiba-tiba naik ke pagar anjungan dan langsung melompatkan diri ke laut.
”Kedua saksi kaget, keduanya langsung berlari menghampiri untuk mencegah, namun jaraknya sekitar tiga meter. Korban pun langsung melompat ke laut, sedangkan kedua saksi tidak terjun karena tidak bisa berenang,” ujar Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz pada Sabtu (16/8) sore.
Akhirnya Suartana dan Sudiarta berteriak meminta tolong, yang didengar salah satu warga bernama Muhammad Ali, 38, warga Kelurahan Kampung Bugis.
Ia lalu terjun ke laut dan langsung menolong serta mengangkat tubuh Pasek ke pinggir pantai.
Korban sempat mendapat pertolongan pertama oleh beberapa warga yang ada di sekitar lokasi.
Namun karena tidak membuahkan hasil, korban dilarikan ke RSUD Buleleng, menggunakan mobil polisi yang tiba di lokasi.
Berdasarkan pemeriksaan medis di RSUD Buleleng, korban dinyatakan meninggal dunia.
Keluarga korban juga menolak melakukan pemeriksaan lebih lanjut atau otopsi, karena mengikhlaskan peristiwa tersebut sebagai musibah.
”Keluarga korban yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut, karena berdasarkan pemeriksaan medis dan saksi, peristiwa tersebut murni bunuh diri,” tandas Iptu Yohana.***