TABANAN , Radarbadung.jawapos.com- Seniman asal Bali, Oka Astawa, kembali menghadirkan karya seni yang sarat makna dan pesan ekologis. Proyek terbarunya berjudul “Botol Lupa Tutupnya” lahir dari kepeduliannya terhadap sampah plastik, khususnya tutup botol, yang ia pungut setiap sore di Pantai Pangkung Tibah, Kediri, Tabanan.
Proyek ini mulai dikerjakan sejak pertengahan 2023. Rutinitas Oka berjalan-jalan di pantai sambil menikmati sunset ternyata membawanya pada inspirasi baru. “Saya sering menemukan tutup botol plastik berserakan di bibir pantai. Dari situ muncul ide untuk menjadikannya karya seni,” tutur Oka Astawa, Selasa, 19 Agustus 2025.
Tema ekologi memang bukan hal baru bagi Oka. Tahun-tahun sebelumnya, ia konsisten melahirkan karya seni berbasis lingkungan. Pada tahun sebelumnya, ia menggagas S.O.S Beach Project, sebuah gerakan bersih-bersih pantai bersama pemuda desa yang kemudian diwujudkan dalam instalasi berjudul “Traces of Civilization Memories” dengan material sampah kayu, botol, kaca, hingga sandal.
Berlanjut, Oka kembali menghadirkan karya bertema laut dengan memanfaatkan papan surfing rusak yang diolah menjadi instalasi berjudul “Art, Surf, and Marine Ecology.”
Kini, lewat “Botol Lupa Tutupnya”, ia kembali mengangkat ironi sosial. Karya ini bukan sekadar soal sampah plastik, tetapi juga tentang sifat manusia yang kerap “melupakan” sesuatu ketika tak lagi dibutuhkan. “Habis manis sepah dibuang. Kita sering lupa darimana datang, lupa sejarah, bahkan lupa pada orang-orang yang pernah hadir dalam hidup kita,” ungkap Oka.
Menurutnya, sampah tutup botol plastik adalah metafora dari manusia yang sering dilupakan: keluarga, sahabat, teman, bahkan pasangan kerja. Pesan ini kemudian ia rangkai menjadi karya instalasi yang memantik renungan.
Lebih jauh, melalui proyek ini Oka ingin meneguhkan pentingnya menjaga hubungan harmonis dengan alam dan sesama manusia. “Kita jangan pernah melupakan manfaat dari alam ataupun dari orang-orang di sekitar kita. Semua punya peran penting,” ujarnya.
Dengan karya seni berbahan tutup botol plastik ini, Oka tak hanya mengolah sampah menjadi instalasi artistik, tetapi juga menanamkan kesadaran bahwa melupakan—atau dilupakan—adalah sebuah ironi yang nyata dalam kehidupan sehari-hari. ***