Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Pemkab Pinjam Rp 500 Miliar Dikritik Pedas Luh Djelantik, Anggota DPRD Ngakan Putra Sebut Luh Tak Tahu Gianyar

Ida Bagus Indra Prasetia • Rabu, 20 Agustus 2025 | 18:05 WIB
Anggota DPRD Gianyar Ngakan Ketut Putra angkat bicara terkait kritik anggota DPD RI, Ni Luh Djelantik.
Anggota DPRD Gianyar Ngakan Ketut Putra angkat bicara terkait kritik anggota DPD RI, Ni Luh Djelantik.

Radarbadung.jawapos.com– Kritik pedas anggota DPD RI Ni Luh Ary Pertami Djelantik atau Luh Djelantik terkait pinjaman Pemkab Gianyar untuk pembangunan Pusat Pemerintahan (Puspem), mendapat tanggapan dari Anggota DPRD Gianyar, Ngakan Ketut Putra.

Ia menilai kritik tersebut menunjukkan Luh Djelantik tidak mengetahui kondisi riil di Gianyar.

”Luh Djelantik nggak tahu tentang Gianyar. Tahukah dia, kesehatan Gianyar gratis, pendidikan gratis, ada beasiswa. Anak masuk SD, SMP dapat baju, tas, sepatu, peralatan tulis, serta beasiswa kuliah gratis di universitas negeri,” ujar Ngakan, Selasa (19/8).

Ia menambahkan, pajak sawah LP2B sudah digratiskan dan pada 2026 seluruh sawah rencananya bebas PBB kecuali tanah usaha.

Setiap Sekaa Teruna juga mendapat dana Rp20 juta per tahun sejak 2025 untuk menunjang kreativitas anak muda.

”Tahukah dia kalau rumah sakit di Gianyar terbaik, termasuk RS Sanjiwani dan Payangan dengan poli jantung pertama di Bali. Gianyar juga termasuk 10 daerah paling maju di Indonesia,” lanjutnya.

Terkait Puspem, Ngakan menegaskan pembangunan itu sudah masuk visi-misi Bupati I Made Mahayastra.

Pinjaman, katanya, dilakukan dengan perhitungan matang, sebagaimana saat membangun RS Gianyar, RS Payangan, hingga pinjaman dana PEN Rp500 miliar yang kini hampir lunas berkat PAD Rp2 triliun.

Menurutnya, Gianyar sebenarnya mampu membangun Puspem tanpa pinjaman. Namun anggaran juga harus dialokasikan untuk belanja wajib seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur jalan yang tahun ini dianggarkan Rp220 miliar dan 2026 sebesar Rp300 miliar.

”Semua harus diperhitungkan. Luh Jelantik bersabar saja, beri waktu pemimpin Gianyar membangun. Perbaikan jalan, trotoar, dan fasum lain sedang berjalan, sehingga dua tahun lagi akan tuntas,” katanya.

Ngakan menegaskan DPRD tidak anti kritik, namun berharap kritik didasarkan pada data.

”Kita siap dikritik, tapi harus membangun dan diimbangi data. Bila perlu, datang langsung ke DPRD Gianyar untuk berdiskusi. Jangan ketidaktahuan masyarakat dijadikan panggung politik,” tegasnya.

Sebelumnya, Luh Djelantik menyoroti pinjaman Pemkab Gianyar di Bank BPD Bali untuk pembangunan Puspem.

Ia meminta Bupati Gianyar I Made Agus Mahayastra memprioritaskan perbaikan jalan, trotoar, lampu penerangan, solusi kemacetan, hingga pengelolaan sampah sebelum membangun gedung baru.

”Gunakan anggaran untuk benahi jalan benyah latig, trotoar rusak, lampu mati, solusi kemacetan dan pengelolaan sampah,” tulis Luh Djelantik dalam unggahannya.

Ia juga mendorong penerapan e-budgeting agar penggunaan dana dapat diawasi publik, serta mengingatkan pembangunan Puspem dan gedung DPRD sebaiknya sederhana namun tetap berkualitas.***

RABU WEKASAN
RABU WEKASAN
FASILITAS INKLUSI: Ketua Dewan Pembina Perpenca Asrorul Mais menjajaki fasilitas wudu di Masjid Ibnu Katsir, Pondok Pesantren Alquran Ibnu Katsir 3, Desa Kemuning Lor, Kecamatan Arjasa.
FASILITAS INKLUSI: Ketua Dewan Pembina Perpenca Asrorul Mais menjajaki fasilitas wudu di Masjid Ibnu Katsir, Pondok Pesantren Alquran Ibnu Katsir 3, Desa Kemuning Lor, Kecamatan Arjasa.
Editor : Donny Tabelak
#dpd ri #Pemkab Gianyar #luh djelantik #dprd gianyar #ngakan putra #BPD Bali