Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Waspada! Kasus Positif Rabies Meningkat Drastis, Pemerintah Jembrana Gencarkan Vaksinasi Datangi Rumah Warga

Muhammad Basir • Jumat, 29 Agustus 2025 | 14:30 WIB

VAKSINASI: Kegiatan vaksinasi oleh tim penanggulangan rabies Jembrana di Desa Pengeragoan, Kecamatan Pekutatan.
VAKSINASI: Kegiatan vaksinasi oleh tim penanggulangan rabies Jembrana di Desa Pengeragoan, Kecamatan Pekutatan.
 

Radarbadung.id – Tim penanggulangan rabies yang dikoordinasi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana kini bergerak cepat melakukan vaksinasi massal terhadap Hewan Penular Rabies (HPR), terutama anjing.

Langkah ini diambil karena kasus rabies di Jembrana mengalami lonjakan signifikan. Tim bergerak di wilayah-wilayah zona merah dan fasilitas umum.

Tim ini mendatangi rumah-rumah warga dan menggunakan cara khusus untuk menjangkau anjing yang sulit ditangkap, termasuk anjing liar, yaitu dengan menembakkan suntikan berisi vaksin dari jauh.

​Sekretaris tim penanggulangan rabies I Putu Agus Artana Putra mengatakan, kasus positif rabies di Jembrana tahun ini mengalami peningkatan drastis dibanding dengan tahun lalu, sehingga perlu upaya lebih maksimal untuk pencegahan.

”Tim yang dibentuk untuk percepatan vaksinasi HPR, sehingga kasus rabies bisa ditekan,” ujarnya.

Pejabat yang juga Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana ini menyebut, selama ini vaksinasi rabies dilakukan hanya oleh Dinas Pertanian dan Pagan.

Dengan tim penanggulangan yang dibentuk dan beranggotakan sejumlah dinas ini, diharapkan bisa memudahkan dan mempercepat vaksinasi.

Karena menurut informasi dari dinas terkait, perkembangan populasi HPR di Jembrana cukup cepat, terutama aning tidak sebanding dengan capaian vaksinasi.

Sehingga perlu dilakukan percepatan vaksinasi terhadap HPR, sehingga vaksinasi mencapai seluruh estimasi populasi HPR.

Tim penanggulangan rabies, sudah menyasar zina merah rabies untuk vaksinasi. Tim. Mendatangi setiap rumah yang memiliki HPR, untuk memastikan bahwa HPR sudah mendapat suntikan vaksin.

Sejumlah fasilitas umum, seperti pasar yang terdapat HPR juga disasar vaksinasi. ”Sementara ini vaksinasi dulu, untuk eliminasi belum dilakukan,” ungkapnya.

Dalam melakukan eliminasi HPR, terutama anjing liar yang selama ini paling banyak menjadi penular rabies, tim sudah membuat standar operasional prosedur (SOP).

Diantaranya, hanya pada anjing yang liar dan dinilai membahayakan masyarakat karena terindikasi rabies, serta ada permintaan masyarakat meminta kepada tim untuk melakukan eliminasi terhadap anjing liar. 

​Melalui program vaksinasi yang masih dan berkelanjutan, diharapkan angka kasus rabies di Jembrana bisa terus menurun dan terkendali.

Mengingat, dari Januari hingga kemarin sudah ada 92 kasus positif rabies di Jembrana. Jumlah ini hampir dua kali lebih banyak dari tahun lalu 54 kasus positif rabies. 

”Ada peningkatan kasus positif dibandingkan tahun lalu,” ujar Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Dinas Pertanian dan Pangan   I Gusti Ngurah Putu Sugiarta.

Kasus positif rabies masih berpotensi naik lagi, karena masih ada beberapa sampel yang masih diteliti laboratorium Balai Besar Veteriner Denpasar. ”Semoga tidak ada tambahan kasus lagi,” ujarnya. ***

 

Editor : Made Dwija Putera
#kasus rabies #rumah warga #jembrana #Gencarkan Vaksinasi #anjing liar