Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Aliansi Bali Tidak Diam Gelar Aksi di Polda Bali, Sampaikan 33 Tuntutan, Libatkan Ratusan Pengemudi Ojek Online  

Marsellus Nabunome Pampur • Sabtu, 30 Agustus 2025 | 23:33 WIB

 

AKSI: Aliansi Bali Tidak Diam menggelar aksi demonstrasi di Polda Bali pada Sabtu (30/8/2025).
AKSI: Aliansi Bali Tidak Diam menggelar aksi demonstrasi di Polda Bali pada Sabtu (30/8/2025).

Radarbadung.id-Aliansi Bali Tidak Diam menggelar aksi demonstrasi di Polda Bali pada Sabtu (30/8/2025). Pada aksi itu menyampaikan 33 tuntutan, termasuk tuntutan keadilan bagi seorang pengemudi ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan, yang dilindas oleh mobil taktis Brimob saat demo di Jakarta Pusat.

Ribuan massa mengawali aksinya dengan berkumpul di parkiran timur GOR Ngurah Rai Denpasar sekitar pukul 09.00 Wita. Mereka kemudian melakukan long march ke arah timur ke depan gedung Mapolda Bali.

Menariknya, aksi ini tak hanya diikuti oleh sejumlah organisasi mahasiswa dari sejumlah kampus, tetapi juga diikuti oleh ratusan pengemudi ojek online.

Mereka membawa serta tuntutan keadilan terhadap rekan mereka Affan Kurniawan yang dilindas mobil rantis Brimob saat berlangsungnya aksi demo di Jakarta Pusat. 

Beberapa spanduk dan selebaran yang dibawa, menuntut keadilan terhadap Affan. Salah satunya kertas bertuliskan ”Pak Kami Ojol Nukan Pisang Ijo, Jangan Dilindas”.

Massa lainnya membawa bendera merah putih dan juga bendera One Piece sebagai simbol perlawanan. Dalam kesempatan itu, massa aksi juga menuntut adanya reformasi pada tubuh Polri. 

”Saya mewakili teman-teman ojol di Bali , saya berani maju. Meskipun kaki saya pernah patah karena kecelakaan. Berita teman kami kepastian hukum,” ujar seorang dari pihak ojol yang melakukan orasi di mobil aksi.

Aksi yang berlangsung sejak pagi itu mendatangkan massa yang mengenakan baju serba hitam. 

Humas Aliansi Bali Tidak Diam, Ardi membeberkan bahwa Aliansi Bali Tidak Diam menyuarakan 33 tuntutan.

 Pihaknya juga menyebut bahwa aksi ini mengatasnamakan masyarakat yang menuntut keadilan, di mana masyarakat melebur menjadi satu dengan nama Aliansi Bali Tidak Diam. 

”Kami beraksi sampai semua tuntutan dan aspirasi kami semua tersampaikan. Kami hadir dan saling menjaga saling sama lain. Kami hadir murni untuk menyampaikan aspirasi kami. Bukan untuk membuat kerusuhan. Aksi ini akan berlangsung sampai semua tuntutan kami terpenuhi,” tegasnya.

Diwawancarai di sela kesempatan itu, Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Ariasandy menjelaskan, pihak kepolisian melibatkan sebanyak kurang lebih 645 personel dari Mapolda Bali dan Polresta Denpasar.

Ariasandy menjelaskan, kepolisian Polda Bali tak membatasi jam untuk para peserta demo menyampaikan tuntutannya. Polda Bali juga berupaya untuk tak melakukan tindakan represif dengan tak menyediakan mobil water cannon.

”Demonstrasi sah-sah saja. Silakan menyampaikan aspirasi dengan catatan tetap tertib, mengikuti aturan tak mengganggu ketertiban masyarakat. Saya rasa kita semua punya harapan dan kepentingan yang sama menjaga Bali tetap kondusif,” katanya kepada media. ***

 

 

MEMBANGGAKAN: Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Pemeringkatan, Publikasi, dan Science Center Unesa, Bambang Sigit Widodo membawa sertifikat penghargaan. (HUMAS UNESA/RADAR SURABAYA)
MEMBANGGAKAN: Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Pemeringkatan, Publikasi, dan Science Center Unesa, Bambang Sigit Widodo membawa sertifikat penghargaan. (HUMAS UNESA/RADAR SURABAYA)
Editor : Made Dwija Putera
#ojek online #Aliansi Bali Tidak Diam #demonstrasi #pengemudi ojol tewas dilindas rantis brimob #polda bali