Radarbadung.jawapos.com- Pengguna media sosial (medsos) dihebohkan dengan postingan Facebook, mengenai menu makan bergizi gratis (MBG) dari presiden Prabowo Subianto yang sedikit di SDN 1 Baktiseraga pada Rabu (3/9/2025).
Terkait menu MBG yang seuprit, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng buka suara. Sedangkan pihak-pihak yang terkait lainnya, memilih bungkam.
Dalam postingan tersebut, terlihat menu MBG yang berisi nasi, masing-masing satu tahu dan bakso/perkedel, kangkung, dan anggur. Piringnya pun tak penuh.
Tentu ini menjadi pertanyaan, karena berkaitan dengan terpenuhi dan kecukupan gizi anak.
Disdikpora Buleleng langsung turun ke lokasi, hingga menemui kepala dan guru SDN 1 Baktiseraga.
Bahkan berbicara juga dengan koordinator wilayah (korwil) Badan Gizi Nasional (BGN) Buleleng.
Sebab MBG merupakan ranah dari BGN dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Menu pada postingan tersebut, diketahui gambaran menu MBG pada Senin (1/9).
”BGN sudah klarifikasi dan instruksikan SPPG Pemaron lakukan perbaikan tata kelola pasokan bahan baku, hingga memastikan standar gizi sesuai dengan SOP dan distribusinya,” ujar Sekretaris Disdikpora Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata dikonfirmasi pada Rabu (3/9) sore.
Dilanjutkannya, Disdikpora Buleleng sejatinya hanya bertugas sebagai pemantau dan memfasilitasi kelancaran MBG. Sehingga benar-benar dirasakan manfaatnya kepada siswa.
Surya Bharata juga menyampaikan ke korwil BGN Buleleng untuk mengevaluasi program tersebut setiap saat, sehingga tidak terlambat ketika ada masalah.
Selain itu BGN juga diminta untuk mencermati mitra SPPG, karena untuk memastikan pasokan dan bahan tetap aman, sehingga tidak berdampak panjang.
Sebab akan muncul penilaian dari masyarakat yang kurang proporsional. Apalagi sekali produksi, mereka menyiapkan hampir 3.000-an porsi.
”Tapi dari SPPG menyampaikan bahwa menu yang diberikan memang sudah diatur tata kelola dan standar gizinya. Menunya memang variatif dan ada standar gizinya. Kami akan koordinasi rutin dengan BGN dan SPPG,” lanjutnya.
Sementara itu, pihak SDN 1 Baktiseraga tidak berani berkomentar banyak mengenai viralnya postingan tersebut.
Mereka meminta agar pihak terkait dan berwenang saja yang menjelaskan. Sebab mereka hanya menerima manfaat dari program MBG.
”Untuk saat kami masih menggali informasi mengenai hal tersebut nggih,” singkat Korwil BGN Buleleng, Rusdianto ketika dikonfirmasi.***
Editor : Donny Tabelak