Radarbadung.id- Ni Ketut Sari ,70, seorang pedagang rempah atau aneka bahan bumbu Bali yang akrab disapa Dadong (nenek) Belong, ditemukan meninggal dunia setelah terseret arus banjir bandang di Pasar Kumbasari pada Rabu (10/9/2025). Jasadnya ditemukan oleh Tim SAR Gabungan di aliran Sungai Taman Pancing.
Pasar Kumbasari kehilangan salah satu sosok yang menjadi bagian dari denyut nadinya. Selama puluhan tahun, Dadong Belong dikenal sebagai pedagang sederhana yang penuh senyum.
Setiap dini hari, ia sudah tiba di pasar untuk menata rempah-rempah dagangannya. Kehadirannya selalu memberi warna bagi suasana pasar.
Namun, pada dini hari itu, air Tukad Badung yang datang begitu cepat merenggut nyawanya. Menurut keterangan sejumlah saksi, korban sempat terlihat berusaha menyelamatkan dagangannya saat air mulai naik.
”Almarhum memindahkan bumbu-bumbunya, mungkin mengira banjir kali ini sama seperti biasanya. Tapi air tiba-tiba semakin deras,” tutur salah seorang pedagang.
Luapan air yang melampaui tembok pembatas, membuat korban tidak sempat menyelamatkan diri. Sejumlah saksi melihat Dadong Belong berusaha bertahan, namun derasnya arus menghanyutkannya.
Keluarga sempat berharap ia bisa naik ke lantai dua pasar bersama pedagang lain, tetapi harapan itu pupus.
Tim SAR gabungan menemukan jenazah seorang perempuan tua di aliran Sungai Taman Pancing, Kamis 11 September 2025. Jenazah semula tercatat sebagai Mrs. X karena belum diketahui identitasnya.
Setelah dilakukan pemeriksaan, pihak keluarga memastikan bahwa jenazah tersebut adalah Ni Ketut Sari. Kabar duka ini membawa kesedihan mendalam bagi keluarga maupun rekan-rekan sesama pedagang.
”Almarhum orangnya sangat sederhana, tidak pernah mengeluh meski usianya sudah sepuh.Kehilangannya sangat terasa bagi kami,” ungkap Agung Sri, pedagang yang kerap bersebelahan dengan almarhumah.
Menantunya, Bu Adit, juga mengungkapkan kesedihan yang mendalam. Biasanya sang mertua selalu pulang ke Karangasem menjelang piodalan, namun kali ini memilih tetap berjualan di Denpasar.
”Katanya nanti saja pas odalan pulang. Kami tak menyangka itulah terakhir kalinya beliau di pasar,” ujarnya dengan suara lirih.
Kini, jenazah Dadong Belong tengah dipersiapkan untuk dipulangkan ke kampung halamannya di Karangasem.
Upacara kremasi akan menjadi penutup perjalanan panjang seorang pedagang rempah yang setia pada pekerjaannya hingga akhir hayat.
”Bagi banyak orang, Dadong Belong bukan hanya pedagang, tetapi juga simbol keteguhan seorang ibu yang mendedikasikan hidupnya untuk keluarga melalui dagangan sederhana,” ujar seorang kerabat dekatnya.
Kepergiannya meninggalkan duka, namun juga kenangan tentang sosok pekerja keras yang menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan Pasar Kumbasari. ***