Radarbadung.jawapos.com- Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya turun memantau kondisi korban yang terkena musibah bencana alam banjir yang terjadi di lingkungan Perumahan Lembah Sanggulan, Banjar Dinas Sanggulan Desa, Desa Banjar Anyar, Kediri Tabanan, Rabu kemarin (17/9).
Seperti diketahui lima bangunan rumah dan kios di Perumahan Lembah Sanggulan, Banjar Dinas Sanggulan Desa, Desa Banjar Anyar, Kediri, Tabanan rusak parah setelah tergerus air sungai.
Akibat dampak hujan deras yang terjadi sejak Minggu malam (8/9) hingga Selasa malam (10/9).
Peristiwa lima bangunan rumah dan kios yang hancur porak-poranda, itu tergerus oleh derasnya aliran air sungai Air Yeh Dati yang cepat meluap. Sehingga barang dan seisinya tak bisa diselamatkan oleh pemilik. Dan ada lima bangunan yang hancur.
Bupati Tabanan bersama anggota Fraksi PDIP DPRD Tabanan, memberikan bantuan sembako terhadap korban musibah banjir.
Bupati memastikan langkah kongkrit apa yang dilakukan untuk proses perbaikan terhadap jembatan Yeh (Sungai) Dati yang juga dalam kondisi rusak berat akibat banjir.
"Saya hadir ditengah-tengah masyarakat yang terdampak musibah bencana banjir bandang untuk memastikan kondisi di lapangan. Kami diawal sudah turun dibeberapa titik bencana di Tabanan," kata Sanjaya ditemui langsung di lokasi bencana.
Dikatakan Sanjaya, musibah bencana banjir di Banjar Sanggulan Desa, Desa Banjar Anyar ini pada obyek atau tempat yang sama yang sempat terjadi pada tahun lalu di sungai Yeh Dati.
Agar tidak terulang kejadian yang sama pada tahun depan, pihaknya sudah diberikan kajian teknis oleh Dinas PUPRPKP Tabanan dan beberapa masukan dari DPRD Tabanan.
"Kami pastikan biar tahun depan tidak ada kejadian ini lagi, tahun depan wajib ada jembatan, tidak ada lagi tambal sulam. Jadi rencana kami akan bangun jembatan," ujarnya.
Dengan maksud agar tidak ada lagi musibah rumah roboh dan musibah lainnya. "Syukur tidak ada korban nyawa di sini, apalagi kejadian dini hari," jelasnya.
Disamping pembangunan jembatan, karena di sebelah jembatan ada pura beji tergenang air juga terkena musibah banjir.
Dimana juga banyak tersangkut sampah-sampah di Pura Beji. Ini juga akan menjadi skala priotitas pihaknya lakukan perbaikan.
"Kami sudah minta secepat mungkin dari pihak desa adat setempat mengajukan proposal. Entah ditinggikan pura kahyangan dan dibuat penyengker. Termasuk nanti dari sisi upakara dan upacara akan kami berikan bantuan dan perbaiki semuanya," tuturnya.
Terpenting ada soal masukan untuk dilakukan normalisasi sungai Yeh Dati. Normalisasi bukan hanya sungai Dati melainkan semua sungai di seluruh Tabanan.
"Kami punya drone melihat berapa jumlah daerah aliran sungai (DAS) dari mana saja. Itu nanti bisa dilakukan dimana saja titik-titik normalisasi. Bahkan bisa dibuat sodetan-sodetan atau kolam-kolam mini," jelasnya.
Sanjaya menambahkan pihaknya juga bakal melakukan pendataan perumahaan yang bangunan rumahnya hancur, tapi itu kaitanya dengan kepemilikan SHM di BPN.
Jika nanti ada perumahan yang sudah menjadi hak milik tentu akan diberikan konpensasi ataupun tukar guling.
"Banyak solusi itu makanya sekarang ini segera kita koordinasikan dan rapatkan untuk penyelesaian masalah ini," pungkasnya.***
Editor : Donny Tabelak Sumber : Radar Badung