Radarbadung.jawapos.com- Peristiwa kecelakaan kerja terjadi di kawasan Pelabuhan Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng pada Jumat (3/10) sekitar pukul 07.11 Wita.
Satu orang Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) bernama Made Kumita, tertimpa palet kosong dan terjatuh ke bawah dek kapal. Berkaca dari itu, pihak pelabuhan akan melakukan evaluasi.
Dalam rekaman CCTV yang diterima, Kumita saat itu berada di atas dek kapal ketika bongkar muat terjadi.
Ia tampak menggunakan pakaian biasa. Di dekatnya ada sebuah crane dan palet kosong yang baru saja menurunkan semen, kemudian melintas dan menabraknya hingga terjatuh.
Insiden itu menimbulkan kepanikan di sekitar lokasi. Sejumlah pekerja langsung berlari menuju lokasinya, guna memastikan kondisinya baik-baik saja.
Baca Juga: Heboh di Finns Beach Club, Pengunujung Tampar Pekerja hingga Berujung WNA Maroko Diborgol
Pertolongan pertama langsung diberikan, langsung dibawa juga menuju ke Kantor Kesehatan Pelabuhan lalu dirujuk ke RS Santi Graha Seririt. Beruntung pekerja itu tidak mengalami cedera serius.
”Insiden ini disebabkan oleh kelalaian individu, meskipun perusahaan telah secara konsisten dan maksimal menerapkan standar K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja),” ujar General Manager PT Pelindo Cabang Celukan Bawang, Mochamad Imron pada Selasa (7/10).
Disebutkannya, berbagai upaya telah dilakukan untuk memantapkan K3 di kawasan Pelabuhan Celukan Bawang.
Yakni pendistribusian 500 set APD lengkap berisi sepatu, rompi, dan helm kepada Koperasi TKBM, pemasangan CCTV di area kerja untuk pengawasan digital, patroli lapangan rutin, serta pendataan dan pelaporan pelanggaran penggunaan APD secara harian.
Selain itu, Pelindo juga aktif melakukan sosialisasi dan penyuluhan untuk menumbuhkan budaya keselamatan kerja di lingkungan pelabuhan. Ini bentuk menjunjung tinggi penerapan K3 di sana.
Baca Juga: Residivis Tak Kenal Jera Ini Kembali Ditangkap, Divonis 5 Tahun Bui dan Denda Rp 800 Juta
”Kami akan terus bekerja sama dengan semua pihak, untuk memastikan kegiatan bongkar muat berjalan aman, tertib, dan sesuai prosedur,” kata GM Imron.
Tentu keberhasilan penerapan K3, membutuhkan dukungan penuh dari para pekerja.
Meskipun fasilitas dan sistem yang disiapkan sudah baik, tetapi kunci keberhasilan K3 adalah kesadaran dan kepatuhan bersama.
Maka dari itu, pengawasan terhadap kepatuhan penggunaan APD di lapangan harus diperketat.
Pekerja yang melanggar akan diberikan teguran. Jika pelanggaran dilakukan hingga tiga kali, maka yang bersangkutan tidak diperbolehkan bekerja. Karena berkaitan dengan keselamatan kerja.
”Pengecekan ulang terhadap kepemilikan SIO crane kapal aktif dan pendataan ulang pekerja TKBM, akan dilakukan untuk memperkuat pengawasan ketenagakerjaan,” ujar Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Buleleng, I Putu Kariaman Putra.***