Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Sudah Viral, Surat Kaleng Perumda Pasar Argha Nayottama Dibahas Dewan Buleleng

Francelino Junior • Selasa, 14 Oktober 2025 | 23:37 WIB

 

Suasana rapat antara DPRD dan BUMD di Buleleng. Ini buntut dari surat kaleng yang menyasar Perumda Pasar Argha Nayottama.
Suasana rapat antara DPRD dan BUMD di Buleleng. Ini buntut dari surat kaleng yang menyasar Perumda Pasar Argha Nayottama.

Radarbadung.jawapos.com- Seluruh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Kabupaten Buleleng dikumpulkan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Buleleng.

Ini buntut dari surat kaleng yang menyasar Perumda Pasar Argha Nayottama belakangan ini, yang menjadi viral di masyarakat.

Pertemuan ini berlangsung di Ruang Rapat Gabungan Komisi DPRD Buleleng pada Senin (13/10) siang.

Sempat terjadi adu argumen yang menegangkan dalam pertemuan tersebut. Menariknya, dewan meminta agar masyarakat lebih percaya keputusan Dewan Pengawas (dewas) ketimbang surat kaleng.

Alasannya, dewas secara individu pasti memberikan penilaian yang objektif dan benar.

”Kalau dewas menyatakan baik, lebih baik percaya dewas daripada surat kaleng. Besok-besok ada orang jauh, kemudian bilang perusda di Buleleng jelek, padahal yang tahu sebenarnya adalah internal perusahaan itu sendiri,” kata Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya.

Pihaknya menyebut kalau pengawasan dan laporan yang ketat dari dewas, sangatlah kuat.

Sehingga jangan sampai ”selembar kertas” malah menggoyahkan BUMD di Buleleng, yang sudah kokoh dan berproses positif.

Selain itu, kepada Perumda Pasar Argha Nayottama dan BUMD lainnya, dewan meminta agar kinerja serta kontrol organisasinya diperkuat.

Bukan untuk menyalahkan atau membungkam, tetapi bertujuan makin meningkatkan prestasi kerja.

”Dewas menilai kinerja Perumda Pasar Argha Nayottama 70 persen. Tinggal pembenahan di dalam saja. Secara logika, mungkin sudah bisa ditebak orang-orangnya (yang mengirim surat kaleng),” tambah Ngurah Arya.

Baca Juga: Tabrak Truk, Pengedara Motor Yamaha Lexi Tewas di TKP

Dewas menyebut kalau angka 70 persen, terkait dengan kinerja BUMD tersebut, berdasarkan dari sisi keuangan.

Artinya posisi bisnis Perumda Pasar Argha Nayottama sudah menguntungkan. Hanya saja, tata kelolanya saja yang perlu pembenahan. Salah satunya proses pengambilan kebijakan.

Bahkan disebut kata tren beberapa bulan terakhir, meski ada dugaan ketidakharmonisan antar direksi, tetapi operasional dan efektivitas kerja disana tetap berjalan.

Apabila masalah ini dapat diselesaikan, diyakini kalau BUMD ini akan terus mengukir tren positif di tahun-tahun berikutnya.

”Efektivitasnya berjalan. Cuma kan yang terganggu dari lingkungan kerja, mulai ada intrik-intrik hingga muncul surat kaleng,” kata Sekretaris Dewas, Komang Agus Rudi Indra Laksmana.

Berdasarkan hasil investigasi mereka, ditemukan pola yang relatif sama tanpa ada tolak  belakang. Polanya berkaitan dengan puas dan tidak puas. Kata Rudi, hal yang lumrah di setiap perusahaan. 

Baca Juga: Lapor Pak! Lima Remaja yang Tersesat Saat Mendaki Gunung Batukaru, Ditemukan Selamat!

Meski begitu, pihaknya membantah ada kubu-kubu yang terbentuk di dalam perumda itu.

Bahkan dugaan itu sulit untuk dibuktikan oleh dewas. Walaupun investigasi sudah dilakukan hampir tiga minggu lamanya, dengan pesan dari Kuasa Pemilik Modal (KPM) yakni bupati Buleleng agar masalah tidak merembet kemana-mana.

Menurut dewas, ketidakharmonisan yang terjadi antar direksi sudah menjadi permasalahan sebelumnya. Tapi penilaian para pengawas ini, cara itu merupakan langkah menyelesaikan kinerja.

”Kalau boleh saya jujur sampaikan, itu cara mereka mengeksekusi program-program kerja, yang harus mereka selesaikan. Kalau dari sisi lain, yang bersifat pribadi, saya lihat sih nggak ada,” ungkap Rudi.***

Terlihat pengunjung yang datang ke UMKM Rengginang Bu Yatin
Terlihat pengunjung yang datang ke UMKM Rengginang Bu Yatin
Editor : Donny Tabelak
#Perumda Pasar Argha Nayottama #dprd buleleng