Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Anak Alami Kekerasan Saat Car Free Day di Lapangan Renon, Satpol PP Bali Buka Suara

Ni Kadek Novi Febriani • Rabu, 15 Oktober 2025 | 19:05 WIB
Seorang anak dilaporkan mengalami kekerasan  saat Car Free Day (CFD) di Lapangan Renon, Minggu (12/10) lalu.
Seorang anak dilaporkan mengalami kekerasan saat Car Free Day (CFD) di Lapangan Renon, Minggu (12/10) lalu.

Radarbadung.jawapos.com- Media sosial ramai dengan postingan yang mengabarkan seorang anak di bawah umur mendapatkan kekerasan saat Car Free Day (CFD) di Lapangan Renon, Minggu (12/10) lalu.

Dikonfirmasi dengan Kasatpol PP Provinsi Bali, Dewa Darmadi meminta korban untuk melapor kejadian tersebut.

Ia mengatakan, kalau anggota Satpol PP Provinsi Bali terus lakukan patroli saat CFD.

"Kalau ada kekerasan laporin. Kalau tidak dilaporkan mana kita tahu. Anggota Pol PP tetap lakukan patroli saat CFD,"katanya. 

Lembaga yang melakukan pengawasan saat kegiatan CFD tidak hanya Satpol PP, tapi juga ada kepolisian, dinas perhubungan, linmas dan termasuk Satpol PP.

"Ada linmas, ada kepolisian, ada perhubungan, juga ada Satpol PP di acara CFD,"ungkapnya. 

Sementara itu, diwawancarai terpisah dengan Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Ni Luh Gede Yastini mengatakan, peristiwa kekerasan yang dialami anak di bawah umur tentu sangat disesalkan.

Terlebih, korban telah melaporkan ke polisi setelah mendapatkan perlakukan tidak mengenakan.

"Kalau benar ada oknum polisi bersikap demikian terhadap laporan masyarakat, karena sebagaimana fungsinya polisi untuk melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat," ucapnya. 

KPAD mendorong kepolisian untuk menelusuri kebenarannya dan apabila ditemukan bahwa apa yang diberitakan ini adalah benar, menjadi kewajiban kepolisian untuk menindaklanjuti dan menemukan pelaku kekerasan terhadap anak.

Yastini juga meminta orang tuanya mengajak korban untuk mendapatkan layanan psikologi.

Baca Juga: Terkait Dana Hibah Rp 700 Juta, Kejari Klungkung Periksa Sekda Badung

"Karena anak masih trauma agar sesegera mungkin anak mendapatkan penanganan layanan psikologi sehingga anak bisa kembali beraktivitas dengan ceria sesuai usianya," terang Yastini. 

Lanjut Yastini, ruang publik haruslah aman bagi anak. Terlebih saat ini  pemerintah juga sedang menggiatkan Ruang Bermain Ramah Anak, jadi lapangan atau ruang publik ini diharapkan menjadi ruang yang ramah bagi anak.

Dijelaskan, keamanan ruang publik bagi anak meliputi beberapa aspek, mulai dari desain fisik yang aman. Misalnya penerangan memadai, pagar pembatas, peralatan yang sesuai usia anak dan memadai.

Serta juga aspek sosial dan lingkungan yang mendukung seperti lingkungan bersih bebas polusi, bebas asap rokok, serta aman dari segala bentuk kekerasan.

"Kalau Bali sudah masuk Provila, yaitu  Provinsi Layak Anak, demikian juga dengan Kabupaten/Kota di Bali semua masuk. Untuk kategorisasi itu di tingkat Kabupaten/Kota," tandasnya. 

Baca Juga: Hakim Tolak Praperadilan Nadiem Makarim, Penetapan Tersangka Korupsi Chromebook Dinyatakan Sah

Seperti diketahui, anak di bawah umur berusia 12 tahun diduga mendapatkan kekerasan saat ia berjualan di kawasan CFD.

Kronologis kejadian itu diunggah oleh pengunggah akun Instagram @ajunggde. Dalam unggahannya, ia mengaku sekitar pukul 08.30–09.00, ada seorang pria dewasa, perkiraan usia 35–40 tahun, bertubuh kurus, mengenakan baju hitam, topi, dan tas selempang membeli sebotol minuman dari anak tersebut.

Anehnya, pria dewasa itu tidak langsung membayar. Ia meminta anak korban untuk ikut dengannya karena akan membayar di tempat lain.

Tak ada rasa curiga, korban mengikuti dan diajak di area Monumen Bajra Sandhi. Di sana pelaku menggunting rambut korban.

Ironisnya, saat ibu korban melaporkan ke polisi yang menjaga di lokasi, polisi bersikap acuh.

Polisi menyebut, dirinya bertugas menjaga ribuan orang tidak hanya anak tersebut.

“Saya di sini bukan untuk menjaga anak ibu saja karena saya menjaga ribuan orang di sini,” tulis pemilik Instagram @ajunggde. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari polisi.***

Yamaha Filano.
Yamaha Filano.
Editor : Donny Tabelak
#polisi #renon #kekerasan anak #car free day #Satpol PP Bali #kpad