Geger! Mahasiswa Unud Semester 7 Terjun dari Lantai Dua, Diduga Bunuh Diri
Andre Sulla• Kamis, 16 Oktober 2025 | 15:05 WIB
Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Udayana ditemukan tewas. Ia dilaporkan jatuh dari lantai dua gedung perkuliahan. Diduga bunuh diri, Rabu (15/10) kemarin.
Radarbadung.jawapos.com– Suasana kampus Universitas Udayana (Unud) di Jalan Sudirman, Denpasar, mendadak heboh.
Seorang mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Semester 7 inisial TI, dilaporkan jatuh dari lantai dua gedung perkuliahan. Ia diduga bunuh diri, Rabu (15/10) sekitar pukul 09.00 WITA.
Salah satu satpam yang ditemui di lokasi kejadian membenarkan mahasiswa yang belum diketahui identitasnya, itu merupakan mahasiswa Program Studi Sosiologi.
Situasi mencekam ketika mahasiswa dan mahasiswi yang lain berteriak setelah mengetahui ada pemuda jatuh dari lantai dua.
"Kami dapat informasi itu langsung bergegas ke titik jatuhnya mahasiswa tersebut," katanya.
Ternyata benar, mahasiswa inisial TI mengenakan celana panjang hitam, kemeja putih, dan jaket hitam terkapar tengadah di depan gedung. "Ya, pihak kampus bergegas bahwa yang bersangkutan ke RS," jelasnya.
Lebih lanjut dikatakan, lelaki itu sempat dilarikan ke RSUP Prof. Ngoerah Denpasar, namun nyawanya tak tertolong.
"Korban jatuh dari lantai dua. Apakah bunuh diri atau terpeleset, kami belum tahu. Informasinya telah meninggal dunia," tutupnya.
Dikonfirmasi terpisah, Ketua Unit Komunikasi Publik Universitas Udayana, Dr. Dewi Pascarani, membenarkan peristiwa yang terjadi.
Ia mengatakan pihak kampus masih menelusuri penyebab pasti insiden yang menggegerkan lingkungan kampus itu.
Pihaknya saat ini sedang mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi di sekitar lokasi.
Terutama mereka yang berada di lantai dua saat kejadian. Penyebabnya belum dapat disimpulkan.
Menurutnya, dari hasil pengecekan awal, kecil kemungkinan korban terpeleset karena area lantai dua gedung FISIP memiliki pengaman. Kalau melihat struktur bangunan, lanjutnya, kemungkinan terpeleset memang kecil.
"Tapi kami belum bisa memastikan sebelum hasil pemeriksaan dan keterangan saksi lengkap,” tambahnya.
Pascarani menegaskan, pihak kampus telah menugaskan dekanat untuk mendampingi keluarga korban serta memastikan proses medis berjalan lancar.
“Pihak dekan dan wakil dekan sudah di rumah sakit untuk memantau kondisi korban,” katanya.
Namun tak lama berselang, kabar duka datang dari RSUP Prof. Ngoerah Denpasar.
Sementara itu, di lingkungan kampus beredar informasi bahwa korban diduga hendak mengakhiri hidupnya dengan melompat dari lantai dua gedung tersebut.
Meski begitu, pihak kampus belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan itu.
“Kami belum bisa menyimpulkan apakah ini kecelakaan atau ada unsur lain. Semua masih dalam proses penelusuran,” tegas Pascarani.
Pihak Universitas Udayana memastikan akan memberikan pendampingan psikologis bagi teman-teman seangkatan korban dan memperkuat upaya pencegahan agar kejadian serupa tak terulang.
Terpisah, pejabat Humas rumah sakit, I Ketut Dewa Krisna, membenarkan bahwa korban meninggal dunia setelah sempat mendapat perawatan intensif.
“Iya, korban meninggal dunia,” ujar Dewa Krisna saat dikonfirmasi.
Sementara itu, Kepala Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polresta Denpasar Kompol I Ketur Sukadi belum berkomentar banyak. "Belum dapat data. Sehingga akan koordinasi dulu," tutupnya.***