Radarbadung.jawapos.com- Listrik di wilayah Kecamatan Nusa Penida kerap padam sejak seminggu belakangan ini. Bahkan padamnya listrik bisa sampai 3 kali dalam sehari.
Tidak hanya di pagi dan siang hari, pemadaman listrik juga pernah terjadi di malam hari.
Kondisi itu dirasa sangat mengganggu, tidak hanya oleh warga lokal, tetapi juga wisatawan yang tengah berlibur di Nusa Penida.
”Pemadaman listrik di sini (Nusa Penida, Red) sudah kayak minum obat, tiga kali sehari,” ungkap salah seorang warga Nusa Penida yang akrab disapa Deklem Tutuan, Senin (20/10).
Menurutnya pemadaman listrik tersebut sangat meresahkan warga Nusa Penida. Mengingat banyak dari warga Nusa Penida bergelut di sektor pariwisata yang menjadikan listrik sebagai kebutuhan dasar mereka dalam memberikan layanan prima kepada wisatawan.
”Wisatawan yang berkunjung ke Nusa Penida tidak semua murni berwisata. Ada juga yang sembari bekerja. Mereka sudah barang tentu membutuhkan listrik dan internet untuk menyelesaikan pekerjaannya. Kalau listrik padam, internet juga ikut padam,” jelas pria yang berprofesi sebagai pemandu wisata dan Disjoki (Dj) di Nusa Penida tersebut.
Oleh karena itu, tidak hanya warga lokal yang mengeluh dengan pemadaman listrik tersebut.
Wisatawan yang tengah berlibur di Nusa Penida pun mengeluh. Bahkan ada yang akhirnya memutuskan untuk bertolak dari Nusa Penida akibat pemadaman listrik tersebut.
”Banyak wisatawan yang mengeluh, bahkan mau meninggalkan Nusa Penida karena pemadaman listrik ini,” katanya.
Ia tidak tahu pasti penyebab terjadinya pemadaman listrik di Nusa Penida. Sebab pihak PLN belum ada yang memberikan penjelasan secara langsung kepada warga terdampak pemadaman.
Namun berdasarkan informasi yang didapatkan dari grup media sosial warga Nusa Penida, pemadaman listrik kerap terjadi lantaran adanya gangguan pada pembangkit sehingga berdampak pada pemadaman listrik bergilir.
”Kami ada grup media sosial Info Nusa Penida, di sana dapat informasi karena adanya masalah pada pembangkit. Semoga masalah yang ada dapat segera ditangani sehingga pasokan listrik dapat normal kembali,” tandasnya.***
Editor : Donny Tabelak