Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Polda Bali Sebut Mahasiswa Unud Murni Bunuh Diri, Polisi Dalami Dugaan Bullying di Kampus

Andre Sulla • Senin, 27 Oktober 2025 | 22:05 WIB
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Bali, Kombes Pol. Ariasandy, S.I.K., membenarkan penangkapan aktivis.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Bali, Kombes Pol. Ariasandy, S.I.K., membenarkan penangkapan aktivis.
 
Radarbadung.jawapos.com– Misteri kematian mahasiswa Universitas Udayana (Unud) Timoty Anugrah Saputra, 22, mulai menemukan titik terang.
 
Hasil penyelidikan kepolisian menyimpulkan, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) itu meninggal dunia karena bunuh diri dengan cara terjun dari lantai 4 gedung kampus Unud Denpasar. Ini disampaikan Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Ariasandy, SIK., Sabtu lalu (25/10).
 
Kepada Awak Media Juru Bicara (Jubir) Polda Bali menjelaskan pihaknya telah periksa 20 saksi, terdiri atas teman dekat, saksi di lokasi kejadian hingga petugas kebersihan kampus.
 
Hasil pemeriksaan baik saksi-saksi dan bukti rekaman CCTV, korban memang naik ke lantai 4 dan tidak terlihat turun. 
 
Baca Juga: Apes! Diiming-iming Bisa Loloskan Anak Jadi Anggota Polri, Warga Klungkung Kehilangan Uang Rp 503 Juta
 
Awalnya, petugas keamanan kampus sempat mengira kamera pengawas di lantai 4 dalam kondisi rusak karena layar monitor tampak gelap.
 
Namun setelah dicek ulang menggunakan recorder lain, seluruh rekaman berhasil dibuka dan menampilkan gambar dengan jelas.
 
Di area tersebut terdapat tiga kamera statis yang mengarah ke luar gedung, tangga, dan lift.
 
Rekaman memperlihatkan Timoty naik ke lantai 4, sempat menepi di salah satu sudut ruangan, kemudian melepaskan sepatunya. "Tak lama kemudian, terdengar suara jatuh dari arah luar gedung," jelasnya.
 
Sepatu yang tertinggal di lokasi akhirnya dikenali sebagai milik Timoty. 
Petugas kebersihan yang sempat melihat Timoty membuka sepatunya juga menguatkan temuan itu. 
 
Baca Juga: Aduh! Ngaku Jurnalis Media Online, Pria dari Aceh Ini Bikin Heboh
 
Saat evakuasi, ia ditemukan tanpa alas kaki. Meski begitu, polisi menegaskan hasil penyelidikan sementara ini belum menjadi kesimpulan akhir.
 
"Pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, termasuk teman dekat dan dosen korban, masih berlangsung," kata mantan Kabid Humas Polda NTT.
 
“Penyebab kematian memang mengarah pada bunuh diri, namun polisi tetap membuka ruang penyelidikan terhadap kemungkinan lain,” tambah Ariasandy.
 
Dari hasil pemeriksaan awal, teman-teman korban menyebut Timoty dikenal cerdas, aktif, dan mudah bergaul.
 
Tak ada tanda-tanda mengalami tekanan psikologis atau menjadi korban perundungan di lingkungan kampus.
 
Sementara itu, pihak keluarga sempat menolak autopsi dan menyerahkan ponsel korban kepada pamannya. 
 
Setelah dilakukan pendekatan, ponsel akhirnya diserahkan ke penyidik untuk ditelusuri isi percakapan dan data pribadi korban.
 
Hingga kini, Polda Bali masih mendalami dugaan adanya unsur bullying atau tekanan sosial yang mungkin dialami korban. Namun sejauh ini belum ditemukan bukti kuat yang mengarah ke sana.
 
"Pemeriksaan ponsel sedang berjalan. Hasilnya akan kami sampaikan setelah proses analisis selesai,” pungkasnya.***
Photo
Photo
Permohonan maaf Julia Prastini atas dugaan perselingkuhannya di unggahan story Instagram
Permohonan maaf Julia Prastini atas dugaan perselingkuhannya di unggahan story Instagram
Namanya Q, siswa SMAN 2 Madiun.
Namanya Q, siswa SMAN 2 Madiun.
Editor : Donny Tabelak
#mahasiswa unud bunuh diri #universitas udayana #polda bali #bullying