Radarbadung.jawapos.com- Toko plastik di Jalan Raya Tanah Lot di Banjar Dinas Panti, Desa Pandak Gede, Kecamatan Kediri, Tabanan ludes terbakar.
Kebakaran toko plastik tersebut membuat pemilik toko menderita kerugian hingga ratusan juta rupiah. Dugaan sementara toko plastik terbakar karena dipicu oleh korsleting listrik.
Kapolsek Kediri Kompol I Nyoman Sukadana, mengaku peristiwa kebakaran toko plastik di Desa Pandak Gede, Kediri terjadi pada Minggu malam sekitar pukul 20.10 wita.
Kebakaran itu diketahui pertama kali oleh salah seorang warga setempat I Ketut Yogi Suara, 31, yang tengah melintas di depan toko.
Saksi secara tiba-tiba melihat kepulan asap keluar dari dalam toko plastik milik I Gusti Nyoman Suasada.
Kondisi demikian membuat saksi menghubungi Kawil Banjar Panti agar segera datang untuk mengecek kondisi toko plastik berlantai tiga yang terbakar.
Baca Juga: Terlibat Perdagangan ABK di Benoa, Bos Kapal Cumi dan Oknum Polairud Polda Bali Ditetapkan Tersangka
Warga pun bersama Kawil akhirnya berdatangan dengan berusaha mengedor pintu toko.
Lantaran salah seorang karyawan toko plastik Maria Febriyana, 19, tengah berada didalam toko.
Beruntung karyawan yang berada di toko berhasil keluar. Namun karena api yang terus membesar berada di lantai dua, sulit dipadamkan sehingga menghubungi petuas pemadam kebakaran Pemkab Tabanan.
Api baru berhasil dipadamkan setelah tiga unit mobil pemadam kebakaran diturunkan ke lokasi.
"Butuh waktu sekitar tiga jam untuk padamkan api, karena titik sumber api berada di lantai dua toko," ungkap Kompol Sukadana, Senin (27/10).
Akibat peristiwa kebakaran itu pemilik toko plastik milik I Gusti Nyoman Suasada menderita kerugian mencapai Rp 200 juta. Karena sejumlah barang dagangan plastik lues terbakar.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Namun karyawan toko Maria Febriyana masih dalam kondisi trauma dan dirawat di RSUD Singasana Tabanan.
Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi-saksi di lapangan. Peristiwa kebakaran tersebut diduga akibat karena konsleting listrik didalam toko.
"Untuk pemilik toko plastik tidak membuat laporan dari kejadian kebakaran itu. Pemilik toko telah menerima peristiwa itu sebagai musibah," pungkasnya.***
Editor : Donny Tabelak