Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Pecah Pengeroyokan di Kota Denpasar, 32 Buruh Proyek Diamankan

Andre Sulla • Minggu, 2 November 2025 | 13:30 WIB

 

Ilustrasi pengeroyokan di i sebelah barat traffic light (TL) Merpati, Denpasar Barat.
Ilustrasi pengeroyokan di i sebelah barat traffic light (TL) Merpati, Denpasar Barat.
 
Radarbadung.jawapos.com– Aksi pengeroyokan brutal terjadi di Jalan Mahendradatta, tepatnya di sebelah barat traffic light (TL) Merpati, Denpasar Barat, Rabu (29/10) sekitar pukul 18.30 Wita.
 
Seorang buruh proyek instalasi listrik bernama Mochammad Saiful, 41, asal Jombang, Jawa Timur, babak belur setelah dihajar puluhan pria asal Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT). 
 
Peristiwa itu diduga dipicu salah paham di jalan raya. Akibat dikeroyok secara membabi buta menggunakan besi, helm, dan benda tumpul lainnya, Saipul mengalami luka serius.
 
Pelipis kirinya robek, mata kiri bengkak, perut tergores, punggung dan pundak memar, serta kepala bagian kiri bengkak.
 
Baca Juga: Geger, Wanita Medan Ngaku Diancam Golok lalu Diperkosa WNA Jerman di Vila
 
Kasi Humas Polresta Denpasar, Kompol I Ketut Sukadi, mengungkapkan bahwa pengeroyokan berawal dari insiden saling salip antara mobil pickup DK 8651 FO yang ditumpangi Saiful dan truk DK 8179 AJ yang dikendarai para pelaku berjumlah puluhan orang. Keduanya sama-sama melaju dari arah Kuta Selatan menuju Denpasar.
 
Saiful bersama delapan rekannya pulang kerja dari proyek di Pecatu menuju Pererenan, Mengwi.
 
Sedangkan pelaku merupakan pekerja UD Surya Indah Abadi yang mengendarai truk dari arah yang sama.
 
Saat tiba di perempatan Jalan Sunset Road – Jalan Imam Bonjol, truk yang dikemudikan Kandi menyalip pickup ditumpangi Saiful dengan cara memepet. 
 
Baca Juga: Polisi Bongkar Kasus Penjualan Sisik Trenggiling Lintas Provinsi, Bidik Cukongnya
 
Aksi itu memicu emosi sopir dan penumpang pick up yang berjumlah 9 orang. Mereka turun dari mobil, memukul bagian pintu truk, dan menegur sopir.
 
Namun, Kandi menutup kaca dan kembali melanjutkan perjalanan. Situasi sempat mereda.
 
Merasa terancam, Kandi melapor kepada atasannya bernama GAMIH, 37, selaku pemilik UD Surya Indah Abadi. 
 
Ia mengaku diserang orang tak dikenal. Mendengar laporan itu, sang bos menyuruh dua karyawan lain, YNA dan ST, untuk menjemput Kandi dan mengarahkan ke pos polisi.
 
Namun, saat tiba di kawasan Jalan Mahendradatta, kedua saksi itu justru melihat rombongan karyawan UD Surya Indah Abadi sudah terlibat pengeroyokan terhadap korban.
 
Baca Juga: Pergoki Istri Selingkuh di Ruang Tamu, Suami Ratakan Rumah dengan Alat Berat
 
Saiful mengaku semula mengira masalah telah selesai. Namun, ketika tiba di perempatan Jalan Mahendradatta – Jalan Merpati, tiba-tiba lima pengendara motor datang menyerang.
 
Mereka melempar batu dan memukul mobil pickup dengan besi. Panik, sopir dan penumpang lain kabur menyelamatkan diri ke rumah warga sekitar. 
 
Saiful yang berusaha menenangkan malah dikeroyok secara brutal, kemudian melaporkan hal tersebut ke pihak berwajib.
 
“Dia dipukul dan ditendang hingga jatuh ke aspal, bahkan dipukul lagi ketika sudah tergeletak,” ungkap Kompol Sukadi, Sabtu (1/11).
 
Mendapat laporan keributan, aparat Polsek Denpasar Barat bergerak cepat ke lokasi. 
 
“Beberapa nama yang disebut di antaranya Maksi, Okta, Pranata, Dion, Anzel, Ardi, Yos, Marten, Kandi, Mel, Man, dan Melki. Mereka semua asal Sumba Barat Daya,” beber Kompol Sukadi.
 
Sebanyak 23 orang dari pihak pelaku dan 9 orang dari pihak korban diamankan ke Mapolsek untuk dimintai keterangan.
 
Barang bukti yang diamankan antara lain besi, helm, potongan kayu, sapu, palu, gergaji besi, dan dua kendaraan yang terlibat dalam insiden tersebut.
 
Baca Juga: Lintasan Bali-Lombok Penting, DPR RI Dorong Percepat Pembangunan Dermaga III Pelabuhan Padangbai
 
Dalam keterangannya kepada polisi, penyebabnya murni salah paham di jalan raya.
 
Hingga Sabtu, penyidik Polsek Denpasar Barat telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka utama pengeroyokan, masing-masing berinisial AY, YB, dan FU.
 
"Ketiganya diketahui memukul korban menggunakan benda tumpul hingga terjatuh," kisahnya. 
 
Polisi juga masih memeriksa kemungkinan adanya pelaku lain yang turut serta, mengingat di lokasi sempat terjadi keributan besar dan situasi cukup chaos.
 
"Kami masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap seluruh saksi dan pelaku yang terlibat,” tegas Kompol Sukadi.***
Editor : Donny Tabelak
#polresta denpasar #Sumba Barat Daya #instalasi listrik #pengeroyokan #traffic light #buruh