Radarbadung.jawapos.com– Keberadaan warga negara asing (WNA) yang melakukan aktivitas bisnis di Bali menjadi sorotan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bali.
Ketua Kadin Bali, I Made Ariandi mengatakan keberadaan sekelompok Warga Negara Asing (WNA) kini mulai memilih tinggal di kontrakan hingga kos-kosan. Fenomena ini, kata Kadin, harus diwaspadai.
”Mereka ini melakukan aktivitas bisnis. Ini sangat mengancam UMKM lokal di Bali,” kata Ariandi saat ditemui dalam acara Musyawarah Kabupaten (Mukab) Kadin Karangasem belum lama ini.
Menurutnya, WNA dengan visa golongan tertentu memiliki kemampuan modal yang besar untuk berwirausaha.
Bahkan ada indikasi mereka mulai menjalankan bisnis secara terselubung di berbagai sektor yang selama ini menjadi ruang gerak UMKM.
”Ini menjadi konsen kami di Kadin. Kami mendorong pemerintah untuk membuat regulasi yang tegas dalam mengantisipasi potensi ancaman ini,” ungkapnya.
Kondisi ini kata dia harus disikapi dengan tegas. Mengingat keberadaan kelompok WNA ini kian menjadi ancaman pelaku UMKM di Bali.
”Mereka menggunakan visa gold. Prosedurnya juga banyak yang ilegal,” bebernya.
Ariandi menilai, Karangasem memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi lokal, salah satunya melalui program makan bergizi gratis (MBG) yang tengah dikembangkan di wilayah ini.
Baca Juga: Duel Sengit! Alex Marquez Juarai Sprint MotoGP Portugal, Perebutan Posisi Tiga Klasemen Kian Panas
Program tersebut diyakini akan membawa dampak positif bagi pelaku UMKM setempat.
”Kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan pelaku UMKM sangat penting untuk memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat lokal,” jelasnya.
Sementara itu, dalam Mukab Kadin Karangasem, Budi Hartawan terpilih kembali menjadi Ketua Kadin Karangasem.
Budi mengaku bersyukur masih diberi kepercayaan dalam memimpin Kadin di Karangasem.
”Sesuai arahan Ketua Kadin, kami akan menggeliatkan UMKM di Karangasem,” sebutnya.***
Editor : Donny Tabelak