Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Lapor Pak! Sekolah di Jembrana Bali Terancam Hilang karena Abrasi

Muhammad Basir • Rabu, 12 November 2025 | 17:05 WIB
Dua siswa bermain di depan MI Nurul Ikhlas Banjar Pebuahan yang teracam abrasi.
Dua siswa bermain di depan MI Nurul Ikhlas Banjar Pebuahan yang teracam abrasi.

Radarbadung.jawapos.com- Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Ikhlas, Banjar Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, kondisinya semakin memperihatinkan.

Sekolah swasta setingkat sekolah dasar ini, semakin dekat dengan garis pantai karena abrasi pantai yang semakin parah.

Sehingga pada saat ombak besar, sekolah terpaksa meliburkan siswa karena air laut merendam sekolah.

Sekolah yang saat ini berjarak sekitar 20 meter dari bibir pantai ini, juga kesulitan akses jalan menuju ke sekolah.

Terutama pada saat air laut pasang, akses menuju sekolah tertutup air laut sehingga membahayakan siswa dan guru.

”Kalau ombak besar sekolah diliburkan, karena jalan ke sekolah ngak ada,” ujar David dan Rizky, ditemui di sekolahnya, Selasa (11/11).

Karena dekat dengan laut, setiap air laut pasang dan gelombang tinggi, air laut sampai ke halaman sekolah bahkan masuk ke ruangan belajar dan ruang guru.

Kondisi ini semakin parah sejak beberapa bulan terakhir, saat terjadi hujan deras dan banjir pada bulan September lalu.

Kepala MI Nurul Ikhlas Nur Ainiyah mengatakan, sekolahnya saat ini memang tengah terancam abrasi. Karena abrasi ini, jarak antara sekolah semakin dekat dengan garis pantai.

Sehingga ketika terjadi air laut pasang dan ombak besar, kegiatan sekolah terganggu. ”Kalau ombak besar mulai pagi, sekolah terpaksa diliburkan. Kalau omba besar siang, pulang lebih cepat,” ujarnya.

Selain sekolah yang terancam gelombang tinggi, akses menuju sekolah juga tidak ada.

Saat terjadi gelombang tinggi dan ombak besar, siswa juga harus berjalan di pinggir pantai mempertaruhkan nyawa untuk berangkat dan pulang sekolah.

Karena itu, pihak sekolah setiap harinya harus selalu memperhatikan cuaca dan kondisi sekolah.

Ketika terjadi gelombang tinggi, akses jalan menuju sekolah tida ada. Depan sekolah sudah pasti tertutup air laut, di belakang dan samping gedung sekolah tambak udang.

”Demi keselamatan siswa, sekolah diliburkan kalau terjadi ombak besar,” imbuhannya.

Nur menambah, gedung sekolah yang digunakan saat ini merupakan gedung sekolah yang kedua sejak sekolah berdiri tahun 2007.

Beberapa tahun lalu sekitar 5 tahun lalu, gedung sekolah masih berjarak sekitar 100 meter dari pantai.

Namun saat ini jarak sekolah sekitar 20 meter dengan garis pantai dan ombak masuk hingga ke sekolah ketika terjadi air laut pasang.

Pihaknya berharap, nasib gedung sekolah ini tidak seperti gedung sebelumnya saat pertama berdiri 18 tahun lalu yang hilang karena abrasi. ”Kalau gedung sekolah yang lama ada di selatan jalan, jauh dari pantai. Tapi sekarang sudah hilang kena abrasi, ” jelas

Pihak sekolah berharap ada penanganan abrasi pantai ini sebagai upaya jangka panjang agar sekolah saat ini ada 57 siswa ini masih tetap belajar dengan tenang.

Selain itu, perlu ada akses jalan bagi siswa agar aktivitas siswa dan guru tidak terganggu. Apabila tidak segera ada penanganan, dikhawatirkan gedung sekolah juga hilang.***

 

 

 

Editor : Donny Tabelak
#Desa Banyubiru #abrasi #sekolah madrasah #jembrana