Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Peringatan! Jangan Terlambat Deteksi Dini Kanker Payudara dan Serviks

Francelino Junior • Rabu, 12 November 2025 | 19:05 WIB

 

Perempuan Buleleng diminta jangan terlambat untuk mendeteksi dini kanker payudara dan serviks.
Perempuan Buleleng diminta jangan terlambat untuk mendeteksi dini kanker payudara dan serviks.

Radarbadung.jawapos.com- Upaya untuk meningkatkan kesadaran, terhadap bahaya kanker pada perempuan terus dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng.

Sebab bagi kaum hawa, ada jenis kanker yang masih menjadi ancaman utama di Indonesia.

Maka para wanita diajak untuk lebih peduli terhadap kesehatan reproduksi, dengan melakukan pemeriksaan secara berkala.

Penting bagi perempuan untuk memahami risiko, gejala, dan pentingnya deteksi dini kanker leher rahim (serviks) serta kanker payudara.

Diketahui kalau dua jenis kanker ini, masih menjadi penyebab utama kematian pada wanita di Indonesia. Meski sebenarnya dapat dicegah dan disembuhkan bila ditemukan sejak dini.

”Deteksi dini adalah kunci pencegahan. Dengan pemeriksaan rutin, kanker dapat ditemukan pada tahap awal sehingga peluang kesembuhan jauh lebih besar,” ujar Wardhani Sutjidra, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Buleleng yang juga Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Buleleng pada Selasa (11/11).

Dari data Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng di 20 puskesmas di seluruh wilayah sejak awal 2025 hingga saat ini, tercatat ada dua metode pemeriksaan kanker payudara.

Dengan cara sadanis, tercatat ada 8.796 orang diperiksa. Berdasarkan itu, 8.779 orang hasil pemeriksaannya normal, nihil yang curiga kanker, dan 17 orang ditemukan benjolan. 

Kemudian dengan cara USG, ada 1.130 orang terperiksa. Berdasarkan itu, tercatat 926 orang hasil pemeriksaannya normal, tiga orang kategori simple cyst, dan 201 orang non simple cyst.

Masih berdasarkan data Dinkes Buleleng, untuk pemeriksaan kanker serviks juga dilakukan dengan dua metode.

Pertama dengan IVA, ada 7.437 orang yang sudah melakukan pemeriksaan. Hasilnya, 7.404 orang berstatus negatif, dua orang statusnya curiga kanker, dan 31 orang positif kanker serviks.

Lalu cara kedua, dengan cara HPV-DNA, sudah ada 1.085 orang yang melakukan pemeriksaan. Hasilnya, 1.083 orang berstatus negatif, dua orang berstatus tipe onkogenik lain, dan nihil yang hasilnya tipe 16/18.

”Banyak perempuan terlambat datang ke fasilitas kesehatan, karena merasa baik-baik saja. Padahal, deteksi dini justru memberi kesempatan besar untuk sembuh. Jangan takut memeriksa diri, karena mencegah selalu lebih baik daripada mengobati,” pesan dan ajak Wardhany.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya kaum perempuan, agar lebih memperhatikan pentingnya pemeriksaan dini, guna menekan angka kejadian dan kematian akibat kanker. 

Apalagi bagi wanita yang sudah menikah atau aktif secara seksual, disarankan melakukan skrining kanker leher rahim secara rutin, khususnya pada usia 30–69 tahun.

Sedangkan skrining payudara, dianjurkan bagi semua wanita, terutama yang memiliki riwayat keluarga kanker atau faktor risiko lainnya.***

Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Editor : Donny Tabelak
#pemkab buleleng #kanker payudara #kanker serviks