Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Dua Pekerja Proyek Terseret Arus Sungai, Seorang Ditemukan Tewas di Pantai

Muhammad Basir • Sabtu, 15 November 2025 | 19:05 WIB
Pencarian buruh proyek yang hilang terseret arus sungai Bilukpoh, pada hari kedua pencarian Kamis (13/11) lalu.
Pencarian buruh proyek yang hilang terseret arus sungai Bilukpoh, pada hari kedua pencarian Kamis (13/11) lalu.

Radarbadung.jawapos.com- Dua orang pekerja proyek dilaporkan terseret arus aliran Sungai Bilukpoh, Banjar Penyaringan, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Rabu (12/11) sore lalu.

Satu dari dua korban terseret arus ditemukan meninggal dan satu orang masih hilang.

Peristiwa tersebut juga hampir mengakibatkan satu orang yang akan menolong dua orang korban terseret arus, beruntung berhasil menyelamatkan diri.

Peristiwa terjadi pada Rabu sore sekitar pukul 16.00 Wita, saat cuaca terjadi hujan.

Berawal dari korban Syahrudy Rizqy Tampu Bolon, 46, dan Abdurrahman Agus, 57, mandi di sungai usai bekerja direhabilitasi Bendung Telepus, Desa Penyaringan.

Sekitar 15 menit dua orang ini mandi, tiba-tiba air besar datang dari hulu sungai. Besarnya air dari hulu sungai membuat kedua korban tidak sempat menyelamatkan diri hingga terbawa arus sungai.

Seorang pekerja, Abdul Rozak Agus Maulana yang melihat dua rekan kerjanya terseret arus sungai, berteriak minta tolong pada pekerja lain.

Kemudian dua pekerja lain, Beni Trisnawardi dan Moch Riski Nanda Saputra, 22,  berlari di pinggiran sungai untuk membantu.

Apesnya, Moch Riski Nanda Saputra saat mencoba menyelamatkan kedua korban tidak berhasil. Justru, juga ikut terseret arus sungai.

”Teman korban yang menolong dan sempat terseret arus juga dan masih bisa menyelamatkan diri,” ujar Kepala  Pelaksana BPBD Jembrana I Putu Agus Artana Putra.

Korban Moch Riski Nanda Saputra, selanjutnya dibawa ke Puskesmas 1 Mendoyo guna mendapatkan penanganan medis. Sedangkan kedua korban hilang dicari tim SAR gabungan.

Sekitar pukul 18.33 wita, setelah dilakukan pencarian oleh tim SAR gabungan, korban Syahrudy Rizqy Tampu Bolon asal Kota Surabaya, ditemukan sudah meninggal di pantai di wilayah Desa Delod Berawah. ”Jenazah sudah dibawa ke RSU Negara,” ujarnya.

Baca Juga: Komplotan Copet Beraksi di Arena Bulfest 2025, Ditangkap di Malang

Sementara korban Abdurrahman Agus,  asal Jombang, Jawa Timur, belum ditemukan.

Tim sar gabungan masih melakukan pencarian hingga malam. Pencarian oleh tim SAR gabungan dilanjutkan Kamis (13/11) kemarin dengan melakukan penyisiran aliran sungai hingga pantai.

”Kami fokuskan dulu pencarian di aliran sungai hingga muara,” ujar Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana, Dewa Putu Hendri Gunawan, Kamis (13/11).

Karena kondisi aliran sungai yang rata-rata dangkal, pencarian tidak bisa dilakukan dengan perahu karet.

Seluruh tim sar gabungan yang terlibat, melakukan penyisiran dari pinggiran sungai dengan berjalan kaki.

Pencarian dilakukan dengan berjalan kaki menyusuri sungai. Dimulai dari titik lokasi korban dilaporkan hilang hingga ke muara sungai dan pantai sekitar muara sungai.

Mengingat, salah satu korban yang ditemukan pada Rabu malam, di pesisir pantai dekat muara sungai atau sekitar 3 kilometer dari titik awal korban terseret arus sungai.

Pencarian hari kedua kemarin, koban yang masih hilang belum ditemukan. Pihaknya juga berharap masyarakat sekitar untuk melaporkan apabila menemukan korban. ”Pencarian belum menemukan korban hilang,” ujarnya.***

 

 

MENGGIURKAN: Entog asap siap disantap bersama dengan lalapan.
MENGGIURKAN: Entog asap siap disantap bersama dengan lalapan.
Editor : Donny Tabelak
#desa penyaringan #terseret arus #hujan deras #BPBD Jembrana #buruh bangunan #sungai Bilukpoh