Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Bali Masuk Provinsi dengan Investor Pasar Modal Terbanyak, Anak Muda Diajak Cerdas Berinvestasi

Marsellus Nabunome Pampur • Sabtu, 15 November 2025 | 21:05 WIB
 
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Inarno Djajadi
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Inarno Djajadi
 
 
Radarbadung.jawapos.com- Anak muda Bali didorong untuk menjadi generasi yang cerdas dalam berinvestasi.
 
Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Inarno Djajadi.
 
Dalam kesegiatan Edukasi Keuangan dan Pasar Modal di Universitas Hindu Indonesia (UNHI), Denpasar, Rabu (12/11), dia mengatakan bahwa anak muda sepatutnya memiliki literasi yang cukup dalam menata keuangannya. 
 
Anak muda juga diharapkan memiliki literasi yang cukup dalam menata keuangan serta memahami pasar modal. Hal ini akan menjadi kunci agar masyarakat terhindar dari investasi ilegal.
 
”Karena itu, edukasi seperti ini sangat penting untuk mendorong masyarakat berinvestasi secara aman, legal, dan sesuai profil risikonya,” katanya dalam kesempatan itu.
 
Baca Juga: Sanur Heboh, Jasad tanpa Identitas Ditemukan Tergantung hingga Membusuk
 
Inarno menambahkan, pemahaman terhadap risiko, mekanisme, dan manfaat produk investasi akan membantu masyarakat khususnya generasi muda dalam mengambil keputusan keuangan yang lebih cerdas, tepat, dan bijak.
 
”Hingga saat ini jumlah investor di pasar modal telah mencapai 19 juta, dengan lebih dari 54 persen di antaranya berusia di bawah 30 tahun,” ungkapnya.
 
Lanjutnya, di Provinsi Bali jumlah investor pasar modal telah mencapai lebih dari 330 ribu investor.
 
Angka ini menempatkan Bali sebagai salah satu dari sepuluh besar provinsi dengan jumlah investor terbanyak secara nasional.
 
Baca Juga: BBM Sulit di Bali, Pertamina Sebut Distribusi Tersendat Akibat Cuaca Buruk
 
”Pasar modal bukan arena spekulasi atau perjudian, melainkan wadah investasi yang diatur dan diawasi secara ketat oleh OJK," tambahnya.
 
Dia juga menyarankan agar masyarakat yang ingin berinvestasi, pahami dulu sebelum membeli.
 
Ingat selalu prinsip 2L, legal dan logis. ”Sesuatu yang too good to be true itu jangan pernah kita percaya,” tandasnya.
 
Para mahasiswa di Bali pun didorong untuk menyesuaikan keputusan investasi dengan kemampuan finansial dan profil risikonya masing-masing agar terhindar dari praktik investasi yang spekulatif.***
Photo
Photo
Photo
Photo
Editor : Donny Tabelak
#pasar modal #anak muda #ojk #Pemprov Bali #investasi