Radarbadung.jawapos.com- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng akan menertibkan inventarisasi tugu dan gapura batas wilayah.
Baik batas kota maupun batas kabupaten. Alasannya, masih banyak aset tugu dan gapura batas wilayah, yang ternyata belum tercatat sebagai inventaris pemerintah daerah.
Kepala Bagian (Kabag) Pemerintahan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Buleleng, Nyoman Agus Tri Kartika Yuda mengatakan, menertibkan pencatatan aset tugu dan gapura batas wilayah penting untuk dilakukan.
Karena sebagian aset batas wilayah, belum memiliki kejelasan status kepemilikan dan pencatatannya.
Diketahui juga, kalau sebagian tugu batas telah tercatat pada Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Buleleng, sedangkan taman dan perindang berada di bawah pengelolaan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng.
”Namun, sebagian besar gapura batas wilayah belum tercatat sebagai aset daerah. Sementara pencatatan dilakukan oleh BPKPD Buleleng, sambil menunggu hasil koordinasi lintas kabupaten,” ujar pejabat yang akrab disapa Gustri itu pada Kamis (20/11).
Dilanjutkannya, Bagian Pemerintahan Setda Kabupaten Buleleng akan melakukan koordinasi dengan Pemkab Jembrana dan Karangasem, untuk memastikan status kepemilikan aset di wilayah perbatasan.
Pasca koordinasi dan penilaian selesai, maka BPKPD Buleleng akan melakukan pencatatan resmi.
”Nanti akan ditetapkan juga perangkat daerah yang berwenang, dalam pemeliharaan dan pengelolaan aset tersebut,” lanjut Kabag Pemerintahan itu.
Sebelumnya pada Maret lalu, Bagian Pemerintahan Setda Buleleng juga melakukan rapat awal untuk melakukan inventarisasi, terhadap aset dan pengelola tugu batas kabupaten serta tugu batas kota yang ada di wilayah Buleleng.
Pembahasan ini untuk menciptakan kesepahaman, mengenai pengelolaan dan pemeliharaan tugu batas yang menjadi simbol penting dalam menunjukkan batas administratif antar wilayah.
Harapannya tugu-tugu batas tersebut dapat menjadi lebih terawat dan memiliki nilai estetika yang tinggi.
Sekaligus menjadi identitas yang membanggakan, bagi masyarakat di Buleleng. Apalagi tugu batas antara Kabupaten Buleleng dan Tabanan sempat jadi sorotan, ibarat langit dan bumi, karena bentuknya yang berbeda.***
Editor : Donny Tabelak