Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Terkait Penghentian Proyek Lift Kaca di Pantai Kelingking, Bupati Siap Fasilitasi Pertemuan Bendesa se Nusa Penida dengan Gubernur

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Selasa, 2 Desember 2025 | 12:39 WIB
Proyek lift kaca atau Glass Viewing Platforms di Pantai Kelingking, Banjar Karang Dawa, Desa Bungamekar, Nusa Penida, yang kini dipertanyakan.
Proyek lift kaca atau Glass Viewing Platforms di Pantai Kelingking, Banjar Karang Dawa, Desa Bungamekar, Nusa Penida, yang kini dipertanyakan.

Radarbadung.jawapos.com- Keinginan Bendesa se-Kecamatan Nusa Penida audiensi dengan Gubernur Bali, Wayan Koster untuk membahas persoalan lift kaca Pantai Kelingking, Desa Bunga Mekar, Kecamatan Nusa Penida mendapat dukungan Bupati Klungkung, I Made Satria.

Bahkan Satria mengaku sudah pernah menyampaikan keinginan bendesa untuk bertemu Koster sebelum dikeluarkannya perintah pembongkaran lift kaca tersebut.

”Sebenarnya sebelum jumpa pers, bendesa adat sempat menyampaikan kepada saya agar mengantar mereka (melakukan audiensi, Red). Tetapi karena ada kegiatan, saya laporkan langsung ke Bapak Gubernur tetapi masih ada kegiatan sehingga akan dijadwalkan di lain waktu. Saya sudah sampaikan ke Bapak Gubernur dan Bapak Gubernur siap menerima,” terang Satria.

Satria mengaku siap memfasilitasi para bendesa dan membuka lebar pintu mediasi berkaitan dengan persoalan lift kaca tersebut.

”Tidak menutup kemungkinan ada mediasi-mediasi selanjutnya, baik dari pihak APH maupun dari pihak ketiga lainnya agar bisa mencarikan win-win solution,” tandasnya.

Sebelumnya, keberadaan lift kaca di Pantai Kelingking masih menimbulkan pro dan kontra.

Di antaranya Forum Paiketan Sejebak Bendesa Adat se-Nusa Penida yang meminta pembangunan lift kaca tetap dilanjutkan.

Perwakilan forum, Jro Ketut Gunaksa mengungkapkan seluruh bendesa adat se Kecamatan Nusa Penida telah berkumpul dan menyepakati agar pembangunan lift kaca dapat dilanjutkan demi kepentingan masyarakat Nusa Penida.

“Kami menghargai dan menghormati (keputusan Gubernur Bali membongkar lift kaca, Red) tersebut. Kendatipun demikian, kami dari Forum Paiketan Pasikian Bendesa Adat Sejebak Nusa Penida akan tetap berupaya persuasif ke Gubernur Bali dan Bapak Bupati Klungkung. Kami memohon kebijakan sebagai pemangku kewenangan agar aspirasi masyarakat Nusa Penida dapat dipertimbangkan,” ujar Jro Ketut Gunaksa, Minggu (30/11).

Ia menyadari proyek tersebut terdapat pelanggaran. Walau begitu, besar harapannya pemerintah dapat memberikan kebijakan khusus yang tetap menghormati hukum, tetapi tidak mematikan dinamika pembangunan pariwisata di Nusa Penida.

Untuk itu, Forum Paiketan Pasikian Bendesa Adat se-Nusa Penida berencana segera melakukan audiensi dengan Gubernur Bali.

”Hukum harus kami hormati, regulasi harus ditepati. Namun ruang kebijakan khusus dari pemerintah juga sangat kami harapkan. Apa pun hasilnya, kami siap menerima sebagai masyarakat Nusa Penida,” tandasnya.

Sementara itu, Bendesa Alitan Majelis Desa Adat (MDA) Kecamatan Nusa Penida, Wayan Sukla, mengungkapkan pertemuan Forum Paiketan Sejebak Bendesa Adat se-Nusa Penida membahas lift kaca itu di luar agenda MDA.

Ia mengetahui adanya pertemuan itu dari media sosial. Sehingga ia tidak mengetahui secara pasti apakah semua bendesa di Nusa Penida hadir dalam pertemuan itu sebab dari video yang tersebar hanya menyorot 2 bendesa.

Bahkan berdasarkan Forum Paiketan Sejebak Bendesa Adat se-Nusa Penida itu baru dibentuk dalam pertemuan itu berdasarkan informasi yang ia dapatkan.

”Saya tidak diundang, dan hasilnya juga tidak diinformasikan ke MDA,” ungkapnya.***

 

Editor : Donny Tabelak
#gubernur bali #bupati klungkung #wayan koster #Lift kaca Pantai Kelingking #Majelis Desa Adat #bendesa