Radarbadung.jawapos.com- Dua bocah berusia 8 tahun yakni I Kadek Devandra Saputra dan I Kadek Agus Nanta Purnama asal Banjar Dinas Tanah Aron, Desa Bhuana Giri, Kecamatan Bebandem tersambar petir pada Rabu (3/12) petang.
Saat itu keduanya bermain di bawah pohon mangga yang ada di halaman rumahnya setelah hujan reda.
Kepala Pelaksana BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa mengatakan, peristiwa dua bocah tersambar petir terjadi begitu cepat. Saat itu Devandra dan Nanta bermain tepat di bawah pohon mangga.
”Cuacanya masih mendung, karena hujan baru reda,” tuturnya saat dikonfirmasi Kamis (4/12).
Secara tiba-tiba suara gemuruh petir menyentak. Salah seorang keluarga korban yang mengarahkan pandangan ke arah pohon mangga langsung terkejut.
”Dua korban anak-anak itu dilihat sudah dalam kondisi tergeletak tak sadarkan diri,” ucap Arimbawa.
Pihak keluarga pun syok mendapati kedua bocah yang masih duduk di bangku kelas II SD itu tak sadarkan diri.
Keluarga langsung melarikan keduanya ke RS Balimed Karangasem untuk mendapat pertolongan medis.
Nasib berkata lain, salah satu korban yakni Devandra dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis saat tiba di RS Balimed. Pemeriksaan luar tim medis menemukan luka bakar pada bagian punggungnya.
”Untuk Nanta ini tersadar saat perjalanan ke rumah sakit. Kondisinya sudah membaik dan diperbolehkan pulang,“ terangnya.
Arimbawa menambahkan, beberapa tahun silam di sekitar lokasi tempat kejadian, sempat terjadi hal serupa.
”Wilayah sekitar TKP ini cukup rawan sambaran petir, kemungkinan ada faktor medan magnet atau unsur logam didalam tanah,” imbuhnya.
Pihaknya mengimbau agar warga tetap tinggal didalam rumah ketika hujan maupun dalam kondisi cuaca mendung yang berpotensi terjadinya petir.
Ini mengingat di wilayah tersebut rawan terjadi sambaran petir. Ia juga meminta pihak keluarga agar mengusulkan bantuan pasca bencana mengingat musibah tersebut juga dikarenakan faktor bencana alam.***
Editor : Donny Tabelak