Waspada Hujan Deras hingga Bangunan Roboh, BMKG Sebut Puncaknya Pertengahan Desember-Januari
Francelino Junior• Selasa, 16 Desember 2025 | 16:05 WIB
Sejumlah bangunan roboh setelah hujan deras yang terjadi di Kabupaten Buleleng pada Minggu (14/12) kemarin.
Radarbadung.jawapos.com- Hujan deras yang terjadi di Kabupaten Buleleng pada Minggu lalu (14/12), ternyata membawa dampak cukup besar. Seperti yang terjadi di beberapa wilayah yakni robohnya bangunan. Beruntung nihil korban jiwa.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng mencatat ada empat peristiwa dampak hujan deras.
Pertama robohnya senderan rumah milik Putu Jeniarta, 67, warga Desa Unggahan, Kecamatan Seririt pukul 19.00 Wita.
Senderan itu lebar 10 meter dan tinggi 10 meter longsor. Kerugiannya diperkirakan mencapai Rp10 juta.
Kedua di Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan sekitar pukul 19.30 Wita yang terjadi di rumah I Wayan Buda Westrawan, 40.
Senderan rumahnya sepanjang 10 meter dan tinggi 3 meter longsor. Perkiraan kerugian mencapai Rp20 juta.
Ketiga, menimpa bangunan milik Nengah Rudanis, 83, warga Desa Suwug, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng sekitar pukul 20.00 Wita.
Diketahui pondasi senderan, kamar mandi, dan dapur nenek itu yang berukuran panjang 10 meter, lebar 2 meter, dan tinggi 5 meter amblas terbawa longsor. Kerugiannya sekitar Rp20 juta.
Keempat, bangunan milik I Nengah Remada, 79, warga Desa Suwug, Kecamatan Sawan juga roboh.
Yakni tembok kamar mandi, dapur, dan penyengker rumahnya dengan ukuran panjang 10 meter, lebar 2 meter, dan tinggi 5 meter amblas terbawa longsor. Kerugiannya mencapai Rp15 juta.
”Berdasarkan arahan BMKG, ancaman hidrometeorologi puncaknya pertengahan Desember-Januari. Peluang hujannya masih tinggi,” ujar Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Buleleng, I Gede Suyasa pada Senin (15/12).
Warga terdampak bencana akibat hujan deras pun sudah mendapatkan bantuan logistik pada Senin (15/12).
Baik itu terpal, sembako, selimut, hingga matras. Selain pemberian bantuan, juga dilakukan asesmen.
Siklon tropis 91s dan 93s memang menjadi ancaman cuaca saat ini, sesuai dengan imbauan BMKG.
Bibit Siklon Tropis 93S diketahui mulai terbentuk pada Kamis (11/12) pukul 07.00 WIB di wilayah Samudera Hindia sebelah selatan NTB.
Sedangkan 91S kini berkembang jadi siklon tropis Bakung yang terbentuk pada Minggu (7/12) pukul 07.00 WIB.
”Dampaknya sudah rasakan sejak beberapa hari lalu. Mudah-mudahan tidak terjadi bencana parah di Buleleng,” harap Kalaksa Suyasa.***