Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Lagi, WNA Kembali Berulah di Nusa Penida, Kepergok Tidur di Kawasan Pura Sad Kahyangan

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Jumat, 19 Desember 2025 | 22:00 WIB
Dua WNA kedapatan tidur di kawasan Pura Sad Kahyangan Segara Penida, Desa Sakti, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung.
Dua WNA kedapatan tidur di kawasan Pura Sad Kahyangan Segara Penida, Desa Sakti, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung.

Radarbadung.jawapos.com- Warga negara asing (WNA) kembali berulah di Nusa Penida. Kali ini dua WNA kedapatan tidur di kawasan Pura Sad Kahyangan Segara Penida, Desa Sakti, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung.

Warga yang melihat hal tersebut langsung menegur dan meminta keduanya meninggalkan pura tersebut.

Peristiwa tersebut diabadikan warga dalam rekaman video yang beredar luas di media sosial.

Dalam video tersebut terekam dua orang WNA tengah mengemas tas dan matras yang mereka gunakan untuk tidur di pura tersebut.

Mereka tampak tidak menggunakan sarung atau kamen yang biasa digunakan saat memasuki kawasan pura.

Bahkan salah satu WNA tampak bertelanjang dada dan hanya menggunakan celana pendek.

Warga yang melihat hal tersebut langsung menegur keduanya dan meminta mereka segera meninggalkan pura. Keduanya pun bergegas membereskan alat tidur dan barang mereka.

Terkait hal itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Klungkung, I Dewa Ketut Sueta Negara, mengakui pengawasan terhadap orang asing di wilayah Nusa Penida masih belum optimal.

Itu tidak terlepas dari kecenderungan WNA yang lebih takut dengan pihak imigrasi.

Sementara personel Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar yang membawahi lima kabupaten cukup terbatas.

Hal itu menjadi kendala tersendiri untuk melakukan pengawasan rutin di Nusa Penida.

” Karena itu, kami biasanya melibatkan pihak imigrasi dalam tim POA (Pengawasan Orang Asing). Pengawasan seharusnya dilakukan secara berkala. Yang paling efektif adalah pengawasan partisipasi dengan melibatkan kepala desa, bendesa adat, pecalang, hingga linmas,” jelasnya.

Dikatakannya pemerintah di tingkat desa merupakan pihak yang paling memahami kondisi wilayahnya sehari-hari.

Oleh karena itu, ke depan diperlukan pembentukan satuan tugas pengawasan orang asing.

”Jika ada kejadian seperti ini, desa bisa segera melaporkan ke kami agar bisa ditindaklanjuti bersama pihak imigrasi,” ujarnya.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Perbekel Sakti, I Gede Wira belum bisa dimintai konfirmasinya mengenai peristiwa WNA tidur di kawasan pura tersebut.***

Editor : Donny Tabelak
#wna #Imigrasi Denpasar #Nusa Penida #PURA SAD KAHYANGAN #Pura Segara