Radarbadung.jawapos.com- Warga protes aktivitas betonisasi dan pembuatan bronjong yang dilakukan perusahaan stasiun pengisian bulk elpiji (SPBE) di Banjar Pangitebel, Desa Antiga Kelod, Kecamatan Manggis.
Lebih-lebih, aksi tersebut menuai protes karena aktivitas pembetonan mencaplok sempadan sungai Betel.
Aksi protes yang dilakukan warga Banjar Pangitebel dengan mendatangi lokasi proyek betonisasi yang ada di aliran sungai Betel.
Protes warga bukan tanpa alasan, warga sekitar takut, aktivitas betonisasi dan pembuatan bronjong menyebabkan banjir yang lebih parah di kemudian hari karena alur sungai menjadi semakin sempit.
Terlebih beberapa hari lalu saat hujan deras, Banjar Pangitebel dilanda banjir akibat air sungai Betel meluap.
Kepala Wilayah Banjar Pangitebel, I Gede Darma membenarkan adanya protes yang dilayangkan oleh warganya tersebut.
Ia mengungkapkan pihak perusahaan SPBE hendak memperbaiki senderan tembok yang rusak akibat tergerus air saat banjir beberapa waktu lalu.
”Mungkin saat melakukan betonisasi dan bronjong pondasinya melewati sempadan sungai,” ujarnya saat dikonfirmasi Jumat (19/12).
Darma mengaku kurang tahu pasti kapan mulai dilakukan aktivitas betonisasi dan pembuatan bronjong tersebut.
”Saya tidak tahu kapan dibeton, karena tidak ada pemberitahuan. Tapi informasinya sejak tiga hari lalu,” ucapnya.
Sementara itu, Camat Manggis I Putu Eka Putra Tirtana mengatakan terkait adanya protes warga di Pangitebel, pihaknya telah turun langsung ke lokasi.
”Kami masih menunggu pihak BWS. Nanti di sana minta petunjuk apakah aktivitas itu melanggar atau tidak. Kami minta proses betonisasi dihentikan dulu,” kata Eka Putra Tirtana saat dikonfirmasi.***
Editor : Donny Tabelak