Radarbadung.jawapos.com- Jalan pintas (Shortcut) Singaraja-Mengwitani titik 9-10 mulai dikerjakan.
Rencananya, awal 2026 akan segera dilakukan dilakukan ground breaking atau peletakan batu pertama. Sebelumnya pada September 2025, proyek ini disebut masih dalam tahap tender.
Titik 9-12 merupakan proyek shortcut yang masih tersisa di wilayah Kabupaten Buleleng.
Sedangkan yang sudah rampung, utamanya di wilayah Bali utara, yakni 5, 6, 7A-E, dan 8. Sedangkan titik lainnya berada di wilayah Kabupaten Tabanan, yakni 3 dan 4.
”Saat ini sedang persiapan, untuk ground breaking Rabu, 7 Januari 2026.” kata Gubernur Bali, I Wayan Koster di Turyapada Tower pada Sabtu (27/12).
Ia mengungkapkan, pengerjaan jalan pintas titik 9-10 ini dilakukan dalam dua tahap atau multi years. Jadi dikerjakan mulai 2026 sampai 2027.
Alasannya, karena medan yang sulit melewati Desa Gitgit dan Desa Pegayaman. Belum lagi panjangnya lintasan karena titik awalnya berada di dekat Gitgit Twin Waterfall dan SDN 4 Gitgit, sedangkan titik akhirnya ada di dekat Dukuh Waterfall.
Diketahui total panjang shortcut 9-10 yakni 3.900 meter yang terbagi atas jalan 2.958 meter dan jembatan sepanjang 942 meter.
Nantinya jalan ini akan memangkas 25 tikungan dari 38 tikungan, sehingga hanya ada 13 tikungan saja. Kelandaian jalannya pun 3,5 sampai 10 persen saja.
Koster menyebut, anggaran untuk shortcut titik 9 dan 10 totalnya Rp 773 miliar. Untuk tahap I Rp503 miliar, tahap II Rp270 miliar. Pengerjaan memang dua tahun, tetapi tendernya sekaligus dilakukan tahun ini.
”Pembiayaan full APBN. Pembebasan lahannya saja provinsi. Untuk titik 9 dan 10 sudah bebas semua, tidak ada masalah lagi,” ungkap Gubernur Bali.
Tentu dengan berlanjutnya jalan pintas itu, maka akses transportasi dari Singaraja menuju ke Denpasar maupun sebaliknya, dapat lebih lancar, nyaman, juga efektif waktu.
Seperti kelakar Gubernur Koster di Buleleng pada April lalu, pang aluh berangkat ke Denpasar dan balik ke Buleleng gak pake mules lagi.***
Editor : Donny Tabelak