Kepala Dinas Kesehatan Karangasem I Gusti Bagus Putra Pertama mengungkapkan, kasus DBD di tahun 2025 menjadi yang tertinggi dibanding tiga tahun terakhir.
”Dari awal Januari sampai Maret cukup tinggi peningkatannya. Bulan Maret saja ada 313 kasus,” kata Pertama, Minggu kemarin (4/1).
Pertama mengatakan, setelah bulan Maret, kasus DBD mengalami penurunan. Bahkan kondisi tersebut terjadi hingga akhir Desember.
Dari jumlah 1.517 kasus yang terjadi di tahun 2025, ada satu orang yang meninggal dunia. ”Selebihnya sembuh dengan penanganan yang tepat,” terangnya.
Wilayah yang paling banyak ditemukan kasus DBD pada tahun 2025 lalu masih didominasi oleh wilayah perkotaan yaitu Kelurahan Subagan dengan 141 kasus dan Kelurahan Karangasem dengan 93 kasus.
”Karena pemukiman padat. Selain itu karena kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan masih rendah sehingga jentik nyamuk gampang berkembang,” imbuhnya.
Pertama menambahkan, sejak memasuki tahun 2026 pihaknya menaruh harapan besar agar kasus DBD di Kabupaten Karangasem dapat menurun.
Tentunya dengan berbagai upaya pengendalian DBD yang terus dilakukan pihak Dinas Kesehatan.
”Tentunya dengan dukungan bersama. Kami akan gencar lakukan PSN dan langkah preventif. Penguatan surveilans di tempat yang ada kasusnya juga ditingkatkan,” bebernya.
Pertama menuturkan, edukasi dan perubahan perilaku hidup bersih dan sehat menjadi kunci utama dalam memutus rantai penyebaran DBD di masing-masing lingkungan.
”Kami berharap di tahun ini bisa menurun. Saat ini musim hujan, tentu potensi peningkatan kasus DBD tinggi. Maka dari itu kami berharap agar masyarakat bisa menjaga kebersihan lingkungan,” harap Pertama.***
Editor : Donny Tabelak