Radarbadung.jawapos.com- Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bangli menyebabkan terjadinya sejumlah bencana alam, Jumat (9/1).
Di antaranya longsornya bangunan toilet Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Batur.
Kapolsek Kintamani Kompol Made Dwi Puja Rimbawa menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.53 di lingkungan SDN 2 Batur, Desa Batur Tengah.
Hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung cukup lama mengakibatkan tanah di sekitar bangunan sekolah mengalami kejenuhan air sehingga menjadi labil dan akhirnya tergerus.
”Akibat kondisi tanah yang tidak stabil, bangunan toilet sekolah tergerus air dan longsor hingga jatuh ke lahan pertanian milik warga. Setelah menerima laporan dari masyarakat, personel Polsek Kintamani langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan,” katanya.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp150 juta.
”Selain pihak sekolah menjadi korban dalam kejadian ini, sementara lahan pertanian warga juga terdampak akibat runtuhan bangunan,” ujarnya.
Masih di hari yang sama, trotoar atau bahu jalan di Jalan Raya Penelokan—Kintamani tergerus air hujan hingga jebol membentuk lubang sepanjang kurang lebih 10 meter dengan lebar sekitar 0,5 meter dan kedalaman mencapai 4 meter.
”Akibat jebolnya bahu jalan tersebut, akses Jalan Raya Penelokan—Kintamani mengalami penyempitan sehingga berpotensi membahayakan pengguna jalan,” terangnya.
Tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kerusakan pada trotoar atau bahu jalan menyebabkan terganggunya kelancaran arus lalu lintas di jalur yang cukup ramai dilalui kendaraan tersebut.
Ia mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar tetap berhati-hati, khususnya saat melintas di jalur Penelokan—Kintamani terlebih di tengah cuaca hujan dengan intensitas tinggi.
”Kami mengimbau masyarakat dan pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan, mematuhi rambu-rambu yang telah dipasang, serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan potensi bahaya di jalan,” tegasnya.
Sementara itu, tanah longsor terjadi di dua titik lokasi wilayah Desa Landih, Kecamatan Bangli. Kapolsek Bangli Kompol I Gusti Made Sudarma Putra menjelaskan, kejadian pertama terjadi di areal penyangga jalan rabat beton Tempek Boni, Banjar Langkan menuju Banjar Landih, Desa Landih sekitar pukul 15.30.
Longsoran dengan panjang kurang lebih 20 meter dan ketinggian sekitar 80 meter menyebabkan material tanah jatuh ke aliran Sungai Cabang Desa Landih.
”Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa. Sebagai langkah antisipasi, akses di sekitar lokasi longsor telah kami tutup agar tidak dilalui kendaraan demi keselamatan masyarakat,” katanya.
Selanjutnya pada pukul 17.30, tanah longsor terjadi di jalan penghubung Banjar Langkan, Desa Landih dengan Banjar Tiying, Desa Pengotan.
Material longsoran menutupi badan jalan dan mengganggu akses masyarakat.
Penanganan awal dilakukan melalui pembersihan material longsor secara gotong royong oleh masyarakat setempat bersama Bhabinkamtibmas Desa Landih.
Dalam penanganan peristiwa tersebut, Polsek Bangli telah melakukan sejumlah langkah, antara lain memasang garis polisi di lokasi rawan, memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada, serta berkoordinasi dengan Kepala Dusun dan Kepala Desa setempat.
”Kami mengajak masyarakat agar selalu berhati-hati, tidak memaksakan melintas di jalur yang rawan longsor, serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila terjadi bencana atau potensi gangguan keselamatan,” tandasnya.***
Editor : Donny Tabelak