Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Lapor Pak! Jembatan Penghubung Luwus–Petang Terputus, Akses Dua Banjar Dinas Terganggu

Juliadi Radar Bali • Minggu, 18 Januari 2026 | 10:07 WIB
Kondisi jembatan Luwus–Petang di Banjar Poyan, Kecamatan Baturiti yang terputus akibat hujan deras.
Kondisi jembatan Luwus–Petang di Banjar Poyan, Kecamatan Baturiti yang terputus akibat hujan deras.
 
Radarbadung.jawapos.com- Jembatan di Banjar Poyan, Desa Luwus, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan yang menjadi akses penghubung menuju Desa Petang, Kabupaten Badung terputus. 
 
Putusnya jembatan penghubung akibat dari hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir ini. 
 
Jembatan yang terputus akses lalu lintas antar wilayah terganggu dan tidak dapat dilalui kendaraan.
 
Selain itu warga terpaksa harus memutar arah lebih jauh untuk menuju wilayah Tabanan dan Badung. 
 
 
Camat Baturiti Sayu Made Parwati mengungkapkan,  jembatan penghubung luwus-petang yang terputus total akibat hujan deras.
 
Kondisi ini membuat akses dua banjar Dinas Pujuan dan Palian menjadi terganggu. 
 
"Warga pun harus lebih jauh mencari jalur alternatif untuk menuju Tabanan dan wilayah Badung," kata Parwati, Jumat kemarin (16/1). 
 
Pihak di Kecamatan Pupuan telah mengambil langkah awal dengan memasang tanda peringatan di sekitar lokasi jembatan putus guna mencegah pengguna jalan melintas.
 
Selain itu masyarakat diimbau untuk menggunakan jalur alternatif melalui Mekarsari atau Perean.
 
“Untuk sementara, pengguna jalan sudah kami arahkan agar tidak melintas ke lokasi dan mencari jalur alternatif demi keselamatan,” ujarnya.
 
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tabanan (PUPRPKP) Made Dedy Darmasaputra menjelaskan, sebenarnya perbaikan jembatan tersebut telah masuk dalam perencanaan dan penganggaran tahun 2026.
 
“Nilai perbaikannya sekitar Rp 200 juta. Namun karena terjadi kejadian lagi, tim kembali melakukan pengecekan di lapangan karena rencana penanganan mengalami perubahan,” jelasnya.
 
Berdasarkan hasil survei lapangan yang dilakukan Dinas PUPRPKP pada, Jumat kemarin  diketahui bahwa jebolnya jembatan terjadi pada Kamis, (15/1) sekitar Pukul 17.00 WITA akibat gorong-gorong lama yang tidak mampu menahan debit air saat hujan lebat.
 
Peristiwa tersebut menyebabkan jalan putus total, namun tidak menimbulkan korban jiwa.
 
Dedy menambahkan, pihaknya juga tengah mengkaji kemungkinan pembangunan jembatan sementara agar aktivitas dan mobilitas masyarakat dapat berjalan.
 
“Kami pastikan penanganan jembatan ini akan dilaksanakan tahun ini,” tandasnya.***
Editor : Donny Tabelak
#Baturiti #tabanan #jembatan putus #petang #badung #hujan deras