Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Angin Kencang Disertai Gelombang Tinggi, Nelayan Tabanan Tak Berani Melaut

Juliadi Radar Bali • Rabu, 21 Januari 2026 | 08:05 WIB
Kondisi ombak laut dan angin yang kencang di Pantai Yeh Gangga, Desa Sudimara Tabanan. 
Kondisi ombak laut dan angin yang kencang di Pantai Yeh Gangga, Desa Sudimara Tabanan. 
 
Radarbadung.jawaposmcom- Sejumlah nelayan di Pantai Yeh Gangga, Desa Sudimara Tabanan, yang tergabung dalam kelompok Dharma Mukti tak berani melaut sekarang ini.
 
Mereka tak berani melaut karena kondisi cuaca buruk dengan gelombang laut yang tinggi mencapai 3-4 meter. 
 
Bahkan saat ini kelompok nelayan di Pantai Yeh Gangga terus melakukan pemantauan terhadap ombak dan tinggi gelombang laut. 
 
Ini dilakukan selain mengantisipasi adanya nelayan yang melaut.
 
Selain itu untuk menginfomasikan kepada nelayan bilamana ombak laut besar mencapai daratan,  maka segera memindahkan jukung dan peralatan melaut ke tempat yang lebih aman. 
 
Seorang Nelayan Pantai Yeh Gangga Made Purwadi, 40, mengaku gelombang laut tinggi yang mencapai 3-4 meter ini sudah terjadi sejak empat hari yang lalu.
 
Angin laut yang cukup kencang akibat dari cuaca buruk. Puncak gelombang laut buruk ini diprediksi terjadi sampai tiga hari kedepan. 
 
 
"Nelayan Yeh Gangga tidak melaut ini bisa sampai sepekan. Karena angin kencang dan ombak yang besar," kata Purwadi, Selasa kemarin (20/1).
 
Ia menjelaskan beberapa nelayan kini sedang melakukan pemantauan terhadap kondisi air laut. Pemantuan itu dilakukan pagi, sore hingga malam hari. 
 
Pemantuan kondisi air laut untuk mencegah adanya nelayan yang melaut. Kemudian mengantisipasi adanya warga yang mandi atau bermain di air laut. 
 
"Ada dua orang nelayan yang bertugas secara bergantian memantau kondisi air laut. Bahkan nelayan yang betugas akan melakukan penyelamatan bila ada jukung yang terbawa ombak laut," ungkapnya. 
 
Ia menambahkan sejatinya pada bulan Januari ini tengah memasuki musim ikan layur dan  lobster.
 
Hanya saja karena kondisi cuaca buruk, para nelayan tidak berani melaut demi keselamatan. 
 
"Ikan layur sedang-sedang musim, tapi karena gelombang tinggi, terpaksa sementara menunda melaut," imbuhnya. 
 
Sementara itu, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya mengatakan angin kencang diikuti hujan lebat serta gelombang tinggi yang terjadi belakangan yang dirasakan masyarakat Tabanan.
 
Khususnya di wilayah pesisir pantai selatan dan sekitar wilayah Tabanan. 

Bahwa cuaca buruk sekarang, lazimnya terjadi setiap memasuki Sasih Kaulu. Dimana fase penting menjelang pergantian Tahun Baru Saka.
 
Dalam penanggalan adat, Sasih Kaulu dikenal  sebagai masa peralihan alam, yang ditandai dengan cuaca ekstrem akibat menguatnya angin barat.
 
Sasih Kaulu mengajarkan untuk lebih peka terhadap tanda-tanda alam.

Maka dari itu pihaknya meminta masyarakat Tabanan melihat fenomena alam yang terjadi sekarang ini harus waspada dengan melakukan berbagai antisipasi dini. 

"Masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam beraktivitas di laut, sektor pertanian, dan kegiatan lain yang berisiko terdampak cuaca ekstrem,” pungkasnya.***
Editor : Donny Tabelak
#bupati tabanan #cuaca ekstrem #cuaca buruk #pantai yeh gangga #nelayan