Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Dari Musibah Banjir di Marga Tabanan, Ibu dan Balitanya Belum Ditemukan, Pencarian Sepanjang 2 Kilometer

Juliadi Radar Bali • Kamis, 22 Januari 2026 | 07:53 WIB
Foto keluarga korban bencana di Tabanan. Semi Christian Banafanu bersama istri dan kedua putri mereka.  Istri dan putrinya yang masih balita hingga kini belum ditemukan.
Foto keluarga korban bencana di Tabanan. Semi Christian Banafanu bersama istri dan kedua putri mereka. Istri dan putrinya yang masih balita hingga kini belum ditemukan.
 
 
Radarbadung.jawapos.com- Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur wilayah kabupaten Tabanan, Bali, pada Selasa malam (201/1) menyisahkan kesedihan bagi keluarga Semi Christian Banafanu, 31, asal Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Rumah mereka di Banjar Dinas Acak Kuwung, Desa Kuwum, Kecamatan Marga Tabanan ambruk diterjang air sungai.

Sekeluarga ini awalnya terseret banjir. Istri Semi bernama Yuliana Da Kosta Makun, 28, dan putrinya Audrey Natania Banafanu berusia 1 tahun 6 bulan, hilang terseret banjir bandang. Dan hingga kini belum ditemukan.

Sementara Semi Christian Banafanu, 31 kondisi selamat. Namun mengalami luka-luka dan masih mendapat perawatan di RSUD Tabanan. Kemudian anak pertama korban Nathalia Dequenza Banafanu berusia 6 tahun dilaporkan selamat.
 
Hingga Rabu siang kemarin (21/1) sekitar pukul 13.00 WITA, proses pencarian terhadap korban masih dilakukan.
 
Pencarian dilakukan oleh tim gabungan dari Basarnas, BPBD Tabanan, Polres Tabanan, Kodim 1916/Tabanan dan masyarakat setempat. 
 
Baca Juga: Hujan Deras Disertai Angin Kencang, Ibu dan Bayi Hilang Terseret Banjir Bandang di Tabanan
 
Salah seorang keluarga korban Hellen yang tinggal serumah dengan korban mengaku kejadian begitu cepat terjadi. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 04.00 pagi saat hujan lebat dan angin kencang. 
 
Di dalam rumah yang dikontrak terdapat enam orang yang tinggal. Selain Semi Christian Banafanu bersama istri dan dua orang anaknya, ia dan seorang nenek pemilik rumah yang sudah sepuh.
 
Rumah yang ditempati Semi berstatus kontrak sebagai tempat usaha pengolahan minyak goreng bekas. 
 
Sebelum kejadian mendadak terdengar suara gemuruh, dari sungai yang berada dibelakang rumah.
 
Tembok rumah jebol tertimpa runtuhan senderan air dan sebuah rumah BTN di Perum Kuwum Asri 2. 
 
Seketika itu air sungai meluap masuk rumah dengan deras. Semi dan keluarga panik untuk menyelamatkan diri. 
 
Istrinya Yuliani dan anaknya Nathania yang berusaha menyelamatkan diri malah terjatuh di saluran air yang dekat dengan kandang babi. Nahas, mereka tersapu oleh air sungai yang meluap masuk kedalam rumah. 
 
Sementara suami korban berhasil menyelamatkan diri dan anaknya yang berusia 6 tahun. Suami korban berhasil selamat setelah tersangkut di pepohonan bambu. 
 
Baca Juga: Duh, Cacar Sapi Mulai Masuk Kabupaten Buleleng, Peternak Mulai Was-was
 
"Begitu cepat kejadiannya. Dari enam orang penghuni rumah, dua korban yakni Yuliana dan Nathalia hilang tersapu arus sungai," aku Hellen.
 
Ia menyebut tidak ada firasat apapun sebelum kejadian. Hanya saat saat kejadian terjadi memang keluarga dari Semi tak bisa tertidur pulas karena kondisi hujan deras. 
 
"Sekarang ini masih dalam proses pencarian. Mudah-mudah ada mujizat Tuhan Yuliana dan anak ditemukan dalam kondisi selamat," sambungnya. 
 
Sementara itu Dandim 1619/Tabanan Letkol Inf. Trijuang Danarjati yang ikut dalam proses pencarian dua korban yang hilang mengatakan, ada dua korban yang hilang hanyut terbawa air sungai dan kini masih dalam proses pencarian. 
 
Kedua korban yang hanyut ini seorang ibu bernama Yuliana Da Kosta Makun dan anaknya Audrey Natania Banafanu. 
 
Proses pencarain dengan menyusuri aliran sungai sepanjang dua kilometer yang berada diwilayah Banjar Dinas Acak Kuwum, Desa Kuwum Kecamatan Marga. Saat ini kondisi air sungai memang masih deras. 
 
"Semoga korban secepatnya dapat ditemukan tim pencarian. Kami juga meminta bantuan informasi-informasi dari masyarakat jika menemukan korban," ujar Letkol Trijuang, Rabu kemarin.
 
Ia menjelaskan satu keluarga korban yang hanyut di sungai wilayah Banjar Dinas Acak Kuwum, Desa Kuwum Marga gegara roboh senderan sungai dan rumah milik warga di perumahan Kuwum Asri 2. 
 
Aliran sungai yang deras menggerus senderan dan tembok rumah warga. Sehingga menyebabkan tembok rumah warga ambrol.
 
Material runtuhan senderan dan tembok ini menutupi aliran sungai dan menimpa tembok belakang rumah milik korban. Ini membuat air sungai meluap masuk kedalam rumah yang dikontrak korban Semi Christian Banufanu. 
 
"Saat itulah keluarga dari Semi Christian Banafanu hanyut terbawa air sungai. Termasuk pula seisi rumah korban," ungkapnya. 
 
Sebenarnya kondisi dari keluarga Semi Christian ini sempat berusaha menyelamatkan diri. Namun deras air sungai yang masuk kerumah korban membuat korban hanyut. 
 
Baca Juga: Pemerintah Diminta Perhatikan Nasib Wartawan Korban Banjir di Aceh, YARA:Jangan hanya Butuh Saat Pencitraan!
 
"Sehingga tercacat dalam laporan kami dua korban yang hilang belum ditemukan. Diantaranya Yuliana dan Nathalia," jelasnya. 
 
Posisi korban yang selamat Semi Christian masih berada di RSUD Tabanan. Sementara anak korban Nathalia Dequenza Banafanu yang selamat masih dititip di rumah warga. 
 
Disisi lain, Koordinator Lapangan Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar, Dudy Librana yang memimpin proses pencarian menyebutkan upaya pencarian dengan membagi tim menjadi dua SRU yaitu darat dan sungai. 
Pencarian pihaknya optimalkan sejauh 2 kilometer dari lokasi hilangnya korban. 
 
Tim pencarian pada jalur darat dengan menyusuri sisi kanan dan kiri darat sungai sampai di campuhan (muara) Pura Beji. Sementara tim lainnya menelusuri pencarian korban pada aliran sungai.
 
Ditambahkanya, saat ini seluruh unsur SAR gabungan dari Pemerintah Daerah, TNI/Polri, Basarnas, BPBD, PMI, Relawan dan masyarakat ikut membantu dalam proses pencarian.
 
"Hingga siang ini, upaya pencarian masih terus berlangsung. Selanjutnya akan dievaluasi terkait kendala dilapangan, jika tidak ada kendala, pencarian akan diperluas hingga ke muara sungai," tandasnya.***
 
 
Editor : Donny Tabelak
#terseret banjir bandang #ntt #marga #banjir tabanan #hujan deras #kupang