Radarbadung.jawapos.com- Banjir merendam permukiman warga Banjar Dinas Kalanganyar, Desa Banjarasem, Kecamatan Seririt, Buleleng, pada Minggu (1/2) dini hari.
Peristiwa itu dipicu jebolnya tanggul sungai di Tukad Banyuraras setelah debit air dari hulu meningkat tajam akibat hujan lebat.
Kelian Banjar Dinas Kalanganyar Desa Banjarasem, Gede Edy Santosa mengatakan, banjir terjadi sekitar pukul 00.30 WITA saat sebagian besar warga tengah terlelap.
Air sungai tiba-tiba meluap dan masuk ke rumah-rumah warga di sekitar bantaran sungai.
Ia menjelaskan, di wilayah hilir terdapat pertemuan dua aliran sungai, yakni Tukad Unggahan dan Tukad Pangkungparuk.
Curah hujan tinggi di kawasan hulu, terutama dari Desa Unggahan, membuat debit air meningkat drastis hingga akhirnya tanggul tak mampu menahan arus.
“Air kiriman dari hulu sangat deras. Setelah tanggul jebol, air langsung meluap ke permukiman warga dengan ketinggian sekitar satu meter,” ujarnya.
Akibat kejadian itu, sebanyak 11 rumah warga yang berjarak sekitar 50 meter dari tanggul terdampak langsung.
Tiga rumah mengalami kerusakan cukup parah setelah tembok penyengker roboh. Selain itu, 10 ekor ayam dilaporkan hanyut terbawa arus.
Edy menyebut, kondisi tanggul sebenarnya sudah lama mengalami kerusakan dan berulang kali dilaporkan ke instansi terkait.
Sejak 2010, laporan telah disampaikan, termasuk laporan resmi ke Balai Wilayah Sungai (BWS) pada 27 Januari 2025.
Saat itu, tanggul sempat disurvei dan direncanakan diperbaiki pada 2026.
“Ini sudah banjir ketiga kalinya sejak tanggul jebol. Yang kali ini paling parah karena debit air sangat besar. Perbaikan belum sempat dilakukan, banjir sudah terjadi lebih dulu,” katanya.
Banjir tersebut memaksa 21 kepala keluarga mengungsi ke rumah kerabat karena air sempat masuk hingga ke dalam kamar.
Saat ini warga telah kembali ke rumah masing-masing, namun diminta tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem masih berlangsung.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, I Gede Suyasa, mengatakan hasil asesmen mencatat tanggul sungai yang jebol mencapai panjang sekitar 300 meter.
Dampaknya, 11 rumah dengan 21 kepala keluarga terdampak banjir.
Selain itu, lima tembok penyengker rumah roboh dan satu unit mesin pengaduk semen hanyut terseret arus.
BPBD Buleleng bersama unsur terkait langsung melakukan penanganan darurat di lokasi.
Petugas dibantu Dinas Pemadam Kebakaran melakukan pembersihan lumpur yang cukup tebal di permukiman warga.
Pada tahap awal, BPBD menyalurkan bantuan berupa 21 paket sembako, 21 paket sandang, 21 paket alat kebersihan, serta masing-masing 21 matras dan selimut.
Penanganan melibatkan TRC BPBD, kelian banjar dinas setempat, Damkar, Koramil Seririt, dan Polsek Seririt. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.***
Editor : Donny Tabelak