Radarbadung.jawapos.com- Ratusan paket Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan untuk pelajar di SD Negeri 5 Karangasem, terpaksa dikembalikan pada Rabu (4/2).
Pengembalian ratusan paket makanan gratiz itu menyusul adanya temuan makanan tak layak konsumsi.
Tak ingin pelajar di sana tersandung masalah kesehatan, pihak sekolah pun langsung melarang siswa siswi untuk mengkonsumsi.
Bahkan melalui pesan WhatsApp, pihak sekolah menginformasikan kepada wali murid untuk membawakan sarapan dari rumah sebagai penggantinya.
”Satenya rasanya masem (basi). Nasinya juga kering, seperti masih mentah,” kata Kepala SD Negeri 5 Karangasem, I Putu Arnawa, saat ditemui di sekolah.
Arnawa menuturkan, pendistribusian MBG ke sekolahnya tersebut baru kali pertama bermasalah.
”Sebelumnya makanannya enak. Siswa juga senang. Baru kali ini bermasalah,“ ungkapnya.
Di SD Negeri 5 Karangasem sendiri terdapat 240 siswa penerima MBG. Biasanya, distribusi dilakukan dalam dua tahap, dan pengecekan dilakukan sejak pengantaran pertama sehingga kondisi makanan dapat segera diketahui sebelum makanan dikonsumsi oleh siswa-siswi di sana.
”Kami berharap untuk lebih dicek lagi karena MBG ini dikonsumsi banyak orang,” ujar Arnawa.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala SPPG Subagan II, Ariasa, mengakui adanya permasalahan pada menu makanan yang didistribusikan di SD Negeri 5 Karangasem.
Bahkan ia mengakui, sate ayam lilit pada menu MBG yang didistribusikan memang terasa basi.
”Ya, satenya memang masem. Padahal sebelum didistribusikan sudah kami cek dan kondisinya baik. Kemungkinan ini akibat penggunaan kelapa dalam proses pengolahan,“ akunya.
Pihaknya pun meminta maaf dan ke depan akan lebih memastikan MBG yang didistribusikan layak konsumsi dan tidak ada masalah. ”Menu sate akan kami hapus,” tegasnya.
Ariasa menjelaskan, bahan sate telah dipersiapkan sejak Selasa sore dan baru dimasak pada Rabu dini hari sekitar pukul 03.00 di dapur MBG. Namun, Ariasa membantah, terkait keluhan nasi yang disebut belum matang.
”Kalau dibilang mentah, menurut saya tidak. Nasinya matang, hanya saja bagian atasnya agak kering. Kemungkinan karena air saat memasak kurang,” jelasnya.
Ia menambahkan, menu MBG hari itu terdiri dari nasi, sate ayam lilit, sayur urab, tahu, dan buah rambutan. Selain SD Negeri 5 Karangasem, keluhan serupa juga datang dari SD Negeri 1 Karangasem.
Untuk diketahui SPPG Subagan II sendiri melayani sekitar 11 sekolah tingkat SD dan SMP dengan jumlah penerima MBG mencapai kurang lebih 2.400 siswa.***
Editor : Donny Tabelak