Radarbadung.jawapos.com- Kondisi ambrasi di Pantai Kelecung di Desa Tegal Mengkeb, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan kian parah.
Sebab abrasi telah mengkikis badan jalan desa yang menuju Pantai Kelecung.
Karena kondisi sangat mengkhawatirkan, Pemerintah Desa (Pemdes) Desa Tegal Mengkeb melaporkan kepada Balai Wilayah Sungai Bali-Penida agar bisa abrasi ditangani secara serius.
Perbekel Desa Tegal Mengkeb Dewa Made Widarma menyebut abrasi yang terjadi di Pantai Kelecung sudah sejak tahun 2025.
Namun kondisi parah saat Oktober sampai Desember 2025.
Dua bangunan milik nelayan yang dijadikan sebagai balai pertemuan, dan pemantauan air laut rusak diterjang gelombang air laut yang naik menuju daratan.
"Dan sekarang ini kondisi abrasi sudah ini sudah menuju jalan desa. Sepanjang sekitar 3 meter lebih jalan desa terkikis abrasi air laut," ujar Widarma Rabu kemarin (11/2).
Khawatir kondisi abrasi semakin parah, warga desa telah berkirim surat permohonan bantuan perbaikan kepada BWS Bali-Penida.
Akhirnya pada Jumat lalu (6/2) lalu, Tim dari BWS Bali-Penida turun melakukan survei terhadap daratan Pantai Kelecung yang mengalami abrasi.
Setelah dilakukan pengukuran Pantai Kelecung, yang masuk wilayah Banjar Dinas Kelecung Kelod abrasi pantai sekitar 500 meter.
"Wilayah-wilayah yang mengalami abrasi ini sudah kami pasang tanda pengaman. Dengan tujuan agar masyarakat tidak melewati wilayah tersebut untuk lebih berhati-hati, demi keselamatan," ungkapnya.
Kapan akan dilakukan penanganan abrasi oleh BWS.l, Widarma mengaku pihaknya belum mengetahui secara pasti.
Namun besar harapan pihaknya dan masyarakat yang bermukim di dekat Pantai Kelecung segera dilakukan penanganan.
Karena Pantai Kelecung salah satu tujuan wisata bagi masyarakat Kecamatan Selemadeg Timur.
"Kami juga berharap bantaun Pemerintah Daerah agar bisa membantu penanganan Pantai Kelecung yang alami abrasi," pungkasnya.***