Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Senderan Jebol, Rumah Kos di Peguyangan Nyaris Ambruk, Akses Jalan Putus Total

Andre Sulla • Jumat, 13 Februari 2026 | 17:41 WIB
Senderan parit di Jalan Ayani Gang Wahyu No. 9, Kelurahan Peguyangan, Denpasar Utara, jebol pada Kamis (12/2) sekitar pukul 17.30 Wita.
Senderan parit di Jalan Ayani Gang Wahyu No. 9, Kelurahan Peguyangan, Denpasar Utara, jebol pada Kamis (12/2) sekitar pukul 17.30 Wita.

Radarbadung.jawapos.com- Hujan dengan intensitas tinggi kembali menyebabkan bencana di Kota Denpasar.

Kali ini, senderan parit di Jalan Ayani Gang Wahyu No. 9, Kelurahan Peguyangan, Denpasar Utara, jebol pada Kamis (12/2) sekitar pukul 17.30 Wita.

Akibatnya, bagian dasar dan pondasi sebuah rumah kos runtuh total.

Sementara akses jalan menuju lokasi ikut ambles dan tertutup material.

Kondisi tersebut membuat aktivitas warga lumpuh.

Jalan gang yang menjadi satu-satunya akses menuju dua rumah di bagian belakang tak bisa dilalui kendaraan maupun pejalan kaki.

Sebanyak 14 jiwa terdampak dalam peristiwa ini.

Kapolsek Denpasar Utara Iptu Ketut Darbawa, S.H., M.H. bersama personel Polsek Denut langsung turun ke lokasi begitu menerima laporan warga.

Petugas memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut, sekaligus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan awal.

“Penghuni kos sudah kami evakuasi ke tempat aman. Kami juga melakukan pemantauan untuk mengantisipasi potensi longsor susulan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Denpasar, Ida Bagus Joni Arimbawa menjelaskan, jebolnya parit membuat fondasi bangunan di sisi saluran air tertarik arus sehingga struktur rumah menjadi rawan roboh.

Kondisi ini memaksa penghuni tidak lagi menempati bangunan tersebut untuk sementara waktu.

“Total ada empat kepala keluarga terdampak. Tiga KK penghuni kos sekitar 10 orang, serta satu KK pemilik rumah dengan empat anggota keluarga,” jelasnya di lokasi kejadian.

BPBD menghadapi tantangan dalam proses penanganan.

Penggunaan alat berat dinilai berisiko karena getaran dapat memperparah kerusakan dan memicu bangunan ambruk.

Sebagai alternatif, penanganan akan dilakukan secara manual dengan pemasangan bambu atau penyangga sementara guna menahan struktur bangunan.

Tim gabungan dari BPBD, Damkar, kepolisian, kecamatan hingga aparat kelurahan telah berada di lokasi.

Mereka bersama warga berencana melakukan pembersihan parit secara manual untuk memperlancar aliran air dan meminimalkan risiko longsor lanjutan.

Hingga Jumat (13/2), cuaca di Denpasar masih didominasi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Warga diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di bantaran saluran air atau tebing rawan longsor.

Bencana hidrometeorologi yang terus berulang ini menjadi alarm bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap dampak cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.***

Editor : Donny Tabelak
#hujan lebat #jalan putus #bpbd denpasar #polsek denpasar utara #Senderan jebol #peguyangan #rumah kos