Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Tonase Distribusi Pupuk Subsidi Dipangkas, Petani di Karangasem Kesulitan dapat Pasokan

Zulfika Rahman • Rabu, 18 Februari 2026 | 08:05 WIB
Pupuk Indonesia mengalami pemangkasan tonase pengiriman, sehingga berdampak pada Petani di Karangasem.
Pupuk Indonesia mengalami pemangkasan tonase pengiriman, sehingga berdampak pada Petani di Karangasem.

Radarbadung.jawapos.com- Distribusi pupuk subsidi dari Pupuk Indonesia mengalami pemangkasan tonase pengiriman, sehingga berdampak pada kesulitan petani di Kabupaten Karangasem yang memasuki musim tanam untuk memperoleh pasokan pupuk bersubsidi.

Kabid Prasarana dan Sarana Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Karangasem, I Putu Gede Suwata Berata, mengakui bahwa pendistribusian pupuk subsidi berpotensi mengalami keterlambatan.

Kondisi ini membuat ketersediaan pupuk di tingkat pengecer menjadi terbatas.

"Sekarang tonase kiriman pupuk dibatasi jadi 4,5 ton," ujarnya saat dikonfirmasi pada Selasa (17/2).

Menurutnya, sebelumnya setiap pengiriman bisa memuat hingga 10 ton pupuk subsidi.

Ditambah lagi dengan kondisi cuaca dan jarak yang jauh, hal ini semakin mengganggu ketersediaan pupuk di lapangan.

"Saya sudah berbicara kepada Pupuk Indonesia bagaimana menyiasati ini. Kalau tidak dicarikan solusi, petani pasti menyalahkan kami," ungkapnya.

 Baca Juga: Oknum Penipu Sasar Wajib Pajak, Catut Nama BPKAD Karangasem dan Malsukan Tanda Tangan Kepala Instansi

Pengiriman pupuk dari Palembang ke Bali memakan waktu yang cukup lama.

Selain itu, gudang penyimpanan pupuk untuk Kabupaten Karangasem saat ini berada di Klungkung dan digunakan bersama tiga kabupaten yaitu Bangli, Klungkung, dan Karangasem.

"Dulunya ada di Karangasem, sekarang sudah ditaruh di Klungkung," jelasnya.

Suwata Berata menyampaikan bahwa ia telah memberikan masukan agar kondisi ini tidak berulang.

Meski distribusi pupuk bukan menjadi kewenangan dinasnya, namun saat terjadi masalah, petani akan langsung mengadu ke Dinas Pertanian.

"Saya sempat berikan masukan. Kalau memang tonase dipangkas, kenapa tidak menambah armada, membuat gudang di Karangasem," katanya.

Ia juga mengimbau para petani di Karangasem agar tidak membeli pupuk di tingkat pengecer secara mendadak atau dadakan.***

Editor : Donny Tabelak
#musim tanam #karangasem #pupuk subsidi #Tonase #petani #dinas pertanian