Radarbadung.jawapos.com- Dalam perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili (Tahun Kuda Api), tradisi kuno Ciam Si dilakukan untuk mengetahui peruntungan dalam satu tahun ke depan.
Kegiatan ini biasanya dilakukan tepat saat pergantian tahun baru Tiongkok.
Syair Ciam Si yang keluar dengan nomor 13 Bintang Siet menyatakan:
"Tentang mendirikan rumah tangga telah berhasil. Empat musim dalam ketentraman. Jika menghendaki lebih gembira. Awan biru telah timbul di bawah kaki."
Humas Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Ling Gwan Kiong, Gunadi Yetial, menjelaskan bahwa secara global Ciam Si tahun ini selaras dengan karakteristik tahun Kuda Api yang mendobrak, menggebu-gebu, dan keras.
"Dalam situasi tidak tentu ini, tergantung pada diri masing-masing. Harus tetap semangat untuk perubahan," ujarnya pada Selasa (17/2).
Ia menambahkan bahwa tahun ini, mereka yang siap dan memiliki semangat maju memiliki peluang untuk berhasil.
Ekonomi yang lesu belakangan ini juga diyakini akan bangkit dengan lompatan dan cara-cara yang tepat.
Namun demikian, ada beberapa shio yang mengalami ciong atau sial pada tahun ini.
Shio dengan ciong besar adalah kuda dan tikus, sedangkan ciong kecil adalah kelinci dan ayam.
"Tahun ini kuda api, ada gejolak tinggi, tapi tergantung manusia bisa kendalikan diri atau tidak. Tahun ini, lebih pada pengendalian diri," pungkas Gunadi.
Rangkaian perayaan Imlek 2577 Kongzili akan terus berlanjut.
Pada Jumat (20/2) pukul 09.00 Wita akan diadakan sembahyang menyambut para dewa turun atau Jie Shen.
Kemudian pada Selasa (24/2) pukul 23.20 Wita digelar sembahyang Tuhan Yang Maha Esa atau Ji Tian Gong/Yu Huang Shang Di.
Rangkaian terakhir akan dilakukan pada Selasa (3/3) pukul 08.30 Wita dengan sembahyang Yuan Xiao Jie/Cap Go Meh, yang dilanjutkan sembahyang tolak bala atau Cisuak.***
Editor : Donny Tabelak