Radarbadung.jawapos.com– Pertemuan ketiga untuk membahas harga ganti rugi pengadaan tanah pembangunan Gelanggang Olahraga (GOR) di Desa Bakbakan, Kecamatan Gianyar, digelar di Balai Banjar Kanginan pada Jumat (20/2).
Dari 19 pemilik lahan yang diundang, 12 orang menyetujui penawaran, namun tujuh lainnya menolak karena menganggap harga yang ditawarkan terlalu rendah.
Ketut Sutawa, salah satu pemilik lahan seluas 4 are, mengaku mendukung pembangunan GOR untuk kemajuan Kabupaten Gianyar.
Namun, ia merasa nilai penawaran sebesar Rp 53 juta per are belum sesuai ekspektasi.
"Tanah di sekitar lokasi bahkan bisa mencapai di atas Rp 100 juta per are," jelasnya.
Sementara itu, Anak Agung Anom dari Pejeng Kangin yang memiliki lahan seluas 14 are menerima penawaran total sekitar Rp 728 juta atau setara Rp 52 juta per are.
Ia mengungkapkan pernah mendapatkan penawaran hingga Rp 130 juta per are dari pihak swasta.
"Kami bukan menolak pembangunan, tapi berharap ada keadilan dalam penilaian," ucapnya.
Baca Juga: Buntut Pernyataan Penonaktifan PBI JK, Wali Kota Denpasar Jaya Negara Dapat Dukungan Luas
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkim) Kabupaten Gianyar, Gusti Ngurah Suastika, menjelaskan bahwa musyawarah ini merupakan tahapan terakhir sesuai peraturan yang berlaku.
"Bagi pemilik yang belum sepakat, dana ganti rugi akan kami titipkan di pengadilan dan diberikan waktu 14 hari untuk mengajukan gugatan," ujarnya.
Ia menambahkan, hasil appraisal yang dilakukan tim ahli bersifat final dan mengikat, sehingga pemerintah tidak dapat melakukan intervensi.
Bagi 12 pemilik yang sudah menyetujui, diminta melengkapi dokumen seperti silsilah tanah dan sertifikat asli dalam waktu lima hari.
Proses pencairan dana diperkirakan selesai maksimal 14 hari setelah berkas dinyatakan lengkap.
Jika sertifikat masih dijadikan agunan di bank, pihaknya akan berkoordinasi menyelesaikan administrasi setelah dana ditransfer.
Sebagaimana diketahui, pemerintah akan membangun sport center terpadu seluas 19 hektare di lokasi tersebut.***