Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Tinju Bali Kehilangan Guru Besar, Drs. I Gusti Made Adi Swandana Berpulang, Dedikasinya Jadi Warisan Abadi

Andre Sulla • Sabtu, 21 Februari 2026 | 07:34 WIB

Drs. I Gusti Made Adi Swandana, M.Fis, berpulang pada Rabu (18/2) pagi saat menjalani perawatan di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah.
Drs. I Gusti Made Adi Swandana, M.Fis, berpulang pada Rabu (18/2) pagi saat menjalani perawatan di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah.

Radarbadung.jawapos.com– Duka mendalam menyelimuti dunia tinju Bali.

Legenda lokal yang selama puluhan tahun membina generasi petinju berprestasi, Drs. I Gusti Made Adi Swandana, M.Fis, meninggal dunia pada Rabu (18/2) pagi saat menjalani perawatan di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah, Denpasar.

Kepergian pendiri Adi Swandana Boxing Camp (ASBC) ini meninggalkan luka mendalam, sekaligus kenangan panjang tentang perjuangannya membangun tinju Bali dari dasar hingga melahirkan atlet nasional berkualitas.

Putranya, I Gusti Agung Satrya Wiguna Swandana alias Gung De, mengakui tidak sanggup menyembunyikan rasa kehilangan.

"Beliau bukan hanya pelatih, tapi seperti sekolah kehidupan bagi kami. Banyak atlet dibesarkan dengan hati, bukan hanya diajarkan teknik tinju semata," ujar Gung De pada Jumat (19/2).

 Baca Juga: Tujuh Pemilik Lahan Tolak Tawaran Harga untuk Gor Bakbakan, Minta Nilai Pantas Sesuai Kondisi Pasar

Menurut Gung De, sang ayah memiliki filosofi kuat yang menjadi fondasi ASBC hingga saat ini.

"Beliau selalu bilang, juara lahir dari kebiasaan, bukan dari panggung. Karena itu latihan tidak boleh pernah berhenti, bahkan ketika tidak ada pertandingan. Semangat itu yang sekarang kami tekankan dan lanjutkan," tambahnya.

Sebelum fokus menjadi pelatih, Adi Swandana sendiri pernah meraih medali emas PON.

Sejak mendirikan ASBC pada 1993, ia konsisten membina atlet dengan pendekatan disiplin dan kepedulian—bahkan kerap membantu kebutuhan atlet secara pribadi.

Kornelis Langu, salah satu muridnya yang meraih perak SEA Games 2019 dan emas PON 2021, mengenang sosok pelatih yang mengubah jalannya hidup.

"Beliau mengajarkan bahwa percaya diri harus ada sebelum kita naik ke ring. Metode latihannya sederhana, tapi mampu menanamkan kebiasaan kerja keras yang jadi dasar mental juara," katanya.

Kornelis juga mengingat perjalanan panjang bersama sang pelatih, termasuk saat menjalani pemusatan latihan luar negeri dan meraih prestasi internasional.

"Bagi saya, beliau bukan hanya pelatih, tapi orang yang membuka jalan karir saya. Tanpa beliau, mungkin saya tidak akan dikenal seperti sekarang," tegasnya.

Kepergian Adi Swandana dinilai sebagai kehilangan besar bagi olahraga Bali.

Namun, nilai disiplin, ketulusan, dan semangat juang yang diwariskannya diyakini akan terus hidup dalam setiap pukulan para petinju yang pernah dibinanya.

"Prosesi palebon untuk almarhum akan dilaksanakan pada 5 Maret mendatang, sesuai rangkaian adat keluarga," ucap Gung De.***

Editor : Donny Tabelak
#pon #atlet nasional #kabar duka #sea games #legenda tinju #tinju