Radarbadung.jawapos.com– Kepolisian Daerah Bali mengkonfirmasi harga gas elpiji di pasaran tetap stabil menjelang hari raya keagamaan, dengan stok yang tercukupi.
Pada pengecekan langsung ke distributor PT Mirah, Jalan Sekar Tunjung, Kesiman, Denpasar, Kamis (5/3/2026), tercatat elpiji 3 kilogram dijual Rp18.000 per tabung dan 12 kilogram Rp215.000 per tabung.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Operasi Cipta Kondisi Agung 2026, yang dipimpin oleh I Gusti Agung Purnama Wirahadi dengan melibatkan 16 personel gabungan dari Brimob, Lalu Lintas, Polairud, Samapta, dan Pamobvit.
Selain memastikan ketersediaan dan harga stabil, aparat juga fokus menangkap praktik oplosan gas elpiji yang dianggap sangat berbahaya.
"Kami memastikan tidak ada oplosan di distributor ini, tapi akan terus mengawasi karena praktik ini sering muncul jelang permintaan tinggi," ujar Kabid Humas Polda Bali Ariasandy.
Menurutnya, oplosan tidak hanya merugikan konsumen dengan kualitas gas yang tidak terjamin, tetapi juga berpotensi menyebabkan kebocoran, kebakaran, bahkan ledakan yang membahayakan keselamatan.
Dalam dialog dengan 15 karyawan PT Mirah, petugas juga memberikan imbauan tentang pentingnya menjaga keselamatan dalam penanganan elpiji, termasuk mengenali ciri-ciri tabung yang mungkin di-oplos – seperti tidak memiliki label resmi, berat tidak sesuai standar, atau bekas perbaikan yang tidak rapi.
Ariasandy menegaskan bahwa gas elpiji adalah kebutuhan vital bagi rumah tangga dan pelaku usaha kuliner.
"Jika harga melambung atau terjadi kelangkaan karena oplosan, dampaknya akan sangat besar dan bisa memicu keresahan masyarakat," jelasnya.
Pihak kepolisian akan terus melakukan patroli terhadap jalur distribusi guna mencegah penyimpangan harga dan praktik ilegal.
Masyarakat juga diajak berperan aktif dengan melaporkan aktivitas mencurigakan melalui layanan call center Polri 110 yang dapat diakses 24 jam tanpa biaya.
"Kami komitmen menjaga agar distribusi elpiji berjalan lancar, harga stabil, dan bebas dari oplosan yang membahayakan masyarakat jelang hari raya," tegas Ariasandy.***