Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Banjir Bandang di Desa Banjar Buleleng, 4 Warga Terseret Arus Bah, 2 Diantaranya Meninggal Dunia

Eka Prasetya • Minggu, 8 Maret 2026 | 07:51 WIB

Tim SAR mengevakuasi jenazah salah satu korban banjir bandang di Desa Banjar yang sempat dinyatakan hilang. Jenazah itu ditemukan di antara timbunan ranting dan sampah di Desa Kalianget, Buleleng.
Tim SAR mengevakuasi jenazah salah satu korban banjir bandang di Desa Banjar yang sempat dinyatakan hilang. Jenazah itu ditemukan di antara timbunan ranting dan sampah di Desa Kalianget, Buleleng.

 Radarbadung.jawapos.com– Banjir bandang menerjang Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Jumat (6/3) sore.

Bencana yang dipicu hujan deras tersebut menyebabkan empat warga dilaporkan hanyut terbawa arus.

Hingga Sabtu kemarin (7/3), dua korban telah ditemukan meninggal dunia, sementara dua korban lainnya masih dalam pencarian tim SAR gabungan.

Sebanyak empat korban yang dilaporkan hanyut berasal dari dua lokasi berbeda di Desa Banjar, yakni Dusun Santal dan Dusun Ambengan.

Satu korban dari Dusun Santal bernama Dewa Ketut Adi Suarjana, 55, sementara tiga korban lainnya merupakan satu keluarga dari Dusun Ambengan, yakni Komang Suci, 44, bersama dua anaknya Putu Wini, 17, dan Kadek Wahyu, 12.

Korban Adi Suarjana terseret banjir saat berusaha menyelamatkan mobil miliknya yang terparkir di depan rumah.

Saat itu air mulai naik akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut.

Kepala Dusun Santal, Ketut Sudiadika menjelaskan, saat korban masuk ke mobil untuk memindahkannya ke tempat yang lebih tinggi, kondisi air masih relatif kecil.

Namun dalam waktu singkat debit air meningkat drastis.

“Korban mau memindahkan mobil ke tempat yang lebih tinggi. Saat masuk ke mobil, banjir tiba-tiba membesar dan langsung menghanyutkan mobil bersama korban,” jelasnya.

Mobil korban sempat terseret arus. Korban berhasil keluar dari kendaraan dan mencoba menyelamatkan diri dengan berpegangan pada pohon kopi di sekitar lokasi.

Namun derasnya arus yang membawa material kayu besar kembali menyeret korban.

Warga sempat berusaha memberikan pertolongan, tetapi derasnya arus membuat upaya penyelamatan tidak berhasil.

Pencarian baru bisa dilakukan setelah debit air mulai surut sekitar pukul 23.00 WITA.

Korban akhirnya ditemukan sekitar 800 meter dari lokasi kejadian di aliran Pangkung Santal dalam kondisi meninggal dunia.

Baca Juga: Eks Tentara dan Ahli Kimia Rusia Dirikan Lab Produksi Narkoba di Gianyar Bali, Terancam Hukuman Mati

Tubuh korban tersangkut di semak bambu. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD Tangguwisia sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Tragedi lebih memilukan terjadi di Dusun Ambengan.

Sebuah rumah warga dihantam luapan air dari Tukad Mendaum yang membawa lumpur dan batang kayu besar.

Akibatnya, Komang Suci, 44, bersama dua anaknya Putu Wini, 17, dan Kadek Wahyu, 12, dilaporkan hanyut terbawa arus.

Perbekel Desa Banjar, Ida Bagus Dedy Suyasa mengungkapkan, saat banjir mulai datang, Putu Wini sempat merekam kondisi air yang mengalir deras menggunakan ponselnya.

“Saat itu korban sempat mengatakan banjir sambil merekam menggunakan ponselnya. Tidak lama kemudian banjir besar datang dan menghantam rumah hingga ketiganya hanyut terbawa arus,” jelasnya.

Ketika kejadian, ayah korban, Kadek Witana, diketahui sedang berada di luar rumah sehingga tidak sempat menyelamatkan keluarganya.

Arus banjir yang membawa lumpur serta batang kayu besar menghantam bangunan rumah hingga dinding bagian barat jebol.

Ketiga korban pun terseret air bah yang datang secara tiba-tiba.

Pada hari kedua pencarian, tim SAR gabungan kembali menemukan satu korban perempuan dewasa di wilayah Desa Kalianget, Kecamatan Seririt, Sabtu (7/3) sekitar pukul 13.56 WITA.

Jenazah ditemukan di antara timbunan ranting kayu dan sampah yang terbawa arus banjir.

Kepala Kantor SAR Denpasar, I Nyoman Sidakara menjelaskan, korban yang ditemukan langsung dievakuasi ke RSUD Buleleng untuk proses identifikasi.

“Hari ini kami menemukan satu target lagi berjenis kelamin perempuan dewasa. Korban ditemukan pukul 13.56 dan langsung dievakuasi ke RSUD Buleleng,” jelasnya.

Dengan penemuan tersebut, hingga kini masih ada dua korban yang belum ditemukan.

Sebanyak 139 orang personel dari berbagai unsur dikerahkan dalam operasi pencarian, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, relawan, hingga potensi SAR di wilayah Buleleng.

Tim juga mengerahkan anjing pelacak (K-9) serta akan menggunakan alat berat untuk membersihkan puing dan tumpukan sampah di sekitar lokasi temuan korban.

“Kami fokus melakukan penyisiran di sekitar lokasi ditemukannya korban. Excavator juga akan dikerahkan untuk membersihkan puing,” kata Sidakarya.

Pasca bencana tersebut, Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra turun langsung meninjau lokasi terdampak di Kecamatan Banjar, Sabtu (7/3) pagi.

Sutjidra menginstruksikan penanganan bencana dilakukan secara cepat dan terpadu.

“Tim gabungan sudah bergerak melakukan penyisiran di bantaran sungai hingga ke pesisir Kalianget,” tegasnya.

Pemkab Buleleng juga menurunkan unit dua alat berat untuk membersihkan material banjir yang menumpuk di bantaran sungai dan rumah warga.

“Segera kita lakukan pembersihan karena banyak sampah dan material yang terbawa arus banjir,” ujarnya.

Banjir bandang sendiri tidak hanya melanda Kecamatan Banjar, tetapi juga berdampak di beberapa wilayah lain seperti Busungbiu, Seririt, dan Sukasada. Namun kerusakan terparah terjadi di Kecamatan Banjar.

Untuk membantu warga terdampak, Pemkab Buleleng melalui Dinas Sosial telah menyalurkan bantuan berupa tenda, selimut, alas tidur, serta paket sembako.

Masyarakat juga diimbau tetap waspada karena cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.***

Editor : Donny Tabelak
#seririrt #banjir bandang #buleleng #busungbiu #bupati buleleng #desa banjar