Radarbadung.jawapos.com– Anjing liar yang mengamuk dan menggigit belasan warga di Pasar Buleleng dipastikan terinfeksi rabies.
Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Buleleng, Gede Melandrat, mengatakan pihaknya sebelumnya telah mengirimkan sampel otak anjing yang menggigit sejumlah warga tersebut untuk diperiksa di laboratorium.
“Hasil uji lab terkonfirmasi positif rabies,” kata Melandrat saat dikonfirmasi, Senin (9/3) sore.
Hasil tersebut memicu keresahan di tengah masyarakat. Pasalnya, populasi anjing liar yang berkeliaran di sekitar Pasar Buleleng tergolong cukup banyak.
Anjing-anjing itu tidak hanya terlihat di kawasan Pasar Buleleng yang masuk wilayah Kelurahan Kampung Singaraja.
Lurah Kendran, Made Sumardika, mengungkapkan masyarakat di wilayahnya mulai resah setelah hasil uji laboratorium memastikan anjing yang mengamuk tersebut positif rabies. Warga pun mendesak pemerintah untuk melakukan eliminasi terhadap anjing liar.
Di sekitar Pasar Buleleng saja, kata Sumardika, diperkirakan ada sekitar 20 ekor anjing liar yang berkeliaran.
Menindaklanjuti aspirasi warga, pihak kelurahan telah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Buleleng.
“Supaya anjing peliharaan dikandangkan dan diikat dulu. Biar tidak dieliminasi dulu. Karena masyarakat juga sudah resah,” imbuhnya.
Sementara itu, Melandrat menyebut tim dari Dinas Pertanian Buleleng akan turun ke Pasar Buleleng pada Selasa (10/3) hari ini.
Di sisi lain, upaya pencegahan juga dilakukan melalui vaksinasi terhadap hewan penular rabies (HPR) di wilayah sekitar.
Seperti diberitakan sebelumnya, seekor anjing liar mengamuk di Pasar Buleleng pada Minggu (8/3) pagi. Dalam kejadian tersebut, anjing dilaporkan menggigit 15 warga, termasuk dua anak-anak.
Dari total korban gigitan, sebanyak 14 orang diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan dan mendapatkan suntikan vaksin anti rabies (VAR).