Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Anjing Ngamuk di Pasar Buleleng Positif Rabies, Warga Minta Pemerintah Eliminasi Anjing Liar

Eka Prasetya • Selasa, 10 Maret 2026 | 08:05 WIB
Ilustrasi, anjing menggigit bocah perempuan di Karangasem hingga meninggal. Diduga anjing terinfeksi penyakit rabies.
Ilustrasi, anjing menggigit bocah perempuan di Karangasem hingga meninggal. Diduga anjing terinfeksi penyakit rabies.


Radarbadung.jawapos.com– Anjing liar yang mengamuk dan menggigit belasan warga di Pasar Buleleng dipastikan terinfeksi rabies.
 
Kepastian itu diperoleh setelah hasil uji laboratorium dari Balai Besar Veteriner Denpasar keluar.

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Buleleng, Gede Melandrat, mengatakan pihaknya sebelumnya telah mengirimkan sampel otak anjing yang menggigit sejumlah warga tersebut untuk diperiksa di laboratorium.

“Hasil uji lab terkonfirmasi positif rabies,” kata Melandrat saat dikonfirmasi, Senin (9/3) sore.

Hasil tersebut memicu keresahan di tengah masyarakat. Pasalnya, populasi anjing liar yang berkeliaran di sekitar Pasar Buleleng tergolong cukup banyak.

Anjing-anjing itu tidak hanya terlihat di kawasan Pasar Buleleng yang masuk wilayah Kelurahan Kampung Singaraja.
 
Hewan tersebut juga dilaporkan kerap berkeliaran hingga ke wilayah Kelurahan Kendran, Kelurahan Paket Agung, dan Kelurahan Liligundi.

Lurah Kendran, Made Sumardika, mengungkapkan masyarakat di wilayahnya mulai resah setelah hasil uji laboratorium memastikan anjing yang mengamuk tersebut positif rabies. Warga pun mendesak pemerintah untuk melakukan eliminasi terhadap anjing liar.
 
Baca Juga: Duo Anggota Gangster Australia Divonis 16 Tahun Penjara, Penyedia Logistik Kena 12 Tahun Bui

Di sekitar Pasar Buleleng saja, kata Sumardika, diperkirakan ada sekitar 20 ekor anjing liar yang berkeliaran.
 
“Biasanya berkeliaran itu malam hari. Sampai ke wilayah kami juga. Makanya dari warga juga meminta agar ada eliminasi terhadap anjing liar,” ujarnya.

Menindaklanjuti aspirasi warga, pihak kelurahan telah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Buleleng.
 
Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan kepala lingkungan dan ketua RT di wilayah setempat.
 
Langkah tersebut dilakukan untuk mengimbau warga agar sementara waktu mengandangkan atau mengikat anjing peliharaan mereka agar tidak ikut terkena tindakan eliminasi.

“Supaya anjing peliharaan dikandangkan dan diikat dulu. Biar tidak dieliminasi dulu. Karena masyarakat juga sudah resah,” imbuhnya.

Sementara itu, Melandrat menyebut tim dari Dinas Pertanian Buleleng akan turun ke Pasar Buleleng pada Selasa (10/3) hari ini.
 
Tim akan melakukan eliminasi secara selektif terhadap anjing yang diduga terjangkit rabies.

Di sisi lain, upaya pencegahan juga dilakukan melalui vaksinasi terhadap hewan penular rabies (HPR) di wilayah sekitar.
 
“Vaksinasi akan kami perluas. Bukan hanya di Pasar Buleleng saja, tapi ke kelurahan di sekitarnya,” tegas Melandrat.

Seperti diberitakan sebelumnya, seekor anjing liar mengamuk di Pasar Buleleng pada Minggu (8/3) pagi. Dalam kejadian tersebut, anjing dilaporkan menggigit 15 warga, termasuk dua anak-anak.

Dari total korban gigitan, sebanyak 14 orang diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan dan mendapatkan suntikan vaksin anti rabies (VAR).
 
Sementara satu korban lainnya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit karena mengalami patah tulang pada tangan kiri akibat gigitan anjing.***
Editor : Donny Tabelak
#pemkab buleleng #Pasar Buleleng #rabies #anjing liar