Aksi Nyata untuk Bumi Bali, Wagub dan SMSI Bersatu Padu Lestarikan Mangrove di Benoa
Marsellus Nabunome Pampur• Selasa, 10 Maret 2026 | 11:05 WIB
Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta turut hadir dan turun langsung menanam mangrove, sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian alam Bali.
Radarbadung.jawapos.com– Kondisi kawasan mangrove di Arboretum Park, Tahura Ngurah Rai, Benoa, mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan berkat upaya konservasi yang dilakukan oleh Sahabat Mangrove Ranger Indonesia.
Kawasan yang sebelumnya mengalami kerusakan parah ini perlahan-lahan kembali hijau dan subur, berkat kerja keras dan perawatan berkelanjutan.
Sejak tahun 2019, sekitar 18 hektar hutan mangrove di kawasan ini mengalami kerusakan cukup serius.
Melalui inisiatif konservasi, ranger melakukan penanaman ribuan pohon mangrove dari berbagai jenis, yang didatangkan dari luar Bali.
Mereka juga melakukan perawatan rutin, mulai dari pemupukan hingga penyemprotan nutrisi, agar pohon dapat tumbuh dengan sehat dan kuat.
“Kami tetap melakukan maintenance, menjaga, dan merawat. Pohon yang mati kami tanam kembali, agar kawasan ini terus pulih dan berkembang,” kata Ketua Sahabat Mangrove Ranger Indonesia, Ni Nyoman Sweet Juniartini.
Pada 9 Maret 2026, kegiatan penanaman mangrove yang diinisiasi oleh Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Bali berlangsung meriah.
Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta turut hadir dan turun langsung menanam mangrove, sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian alam Bali.
“Kami akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk membangun fasilitas seperti jembatan di Arboretum, yang akan digunakan untuk edukasi dan memudahkan akses, terutama saat pasang surut air laut,” kata Giri Prasta.
Ia menambahkan, mangrove memiliki manfaat besar yakni menahan gelombang, mencegah abrasi, menjadi habitat biota laut, dan menghasilkan oksigen berkualitas.
Gubernur Bali sendiri menegaskan bahwa menjaga alam adalah tanggung jawab bersama dalam visi “Bali Era Baru”.
Menurutnya, keberhasilan pelestarian mangrove akan membawa keberuntungan dan keberlanjutan bagi seluruh masyarakat Bali.
Kegiatan ini bukan hanya simbol kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga langkah nyata dalam memperkuat ekosistem dan mempercantik pesisir Benoa.
Dengan dukungan pemerintah, komunitas, dan masyarakat, kawasan mangrove ini diharapkan terus berkembang dan memberi manfaat jangka panjang bagi Bali dan dunia.***