Radarbadung.jawapos.com- Pelabuhan Gilimanuk mengalami peningkatan drastis volume kendaraan yang akan menyeberang ke Pulau Jawa, sejak Selasa (10/3) sore hingga Rabu (11/3) pagi.
Kendaraan yang hendak menyeberang didominasi oleh angkutan barang dan kendaraan penumpang pemudik.
Akibat kenaikan volume tersebut, ekor antrean mencapai sekitar 2 kilometer dari pintu masuk pelabuhan. Rata-rata kendaraan terjebak dalam antrean selama sekitar 5 jam.
"Dari jam empat sampai sekarang hampir jam delapan belum bisa menyeberang," ujar Abdul Kholik, salah satu pemudik asal Kediri yang menggunakan mobil pribadi bersama keluarganya.
Selain mobil penumpang, kendaraan angkutan barang mulai dari pikap, truk kecil, sedang hingga tronton juga terjebak antrean.
"Kalau nggak cepat pulang, keburu dilarang lewat nanti," kata Eko, sopir truk tronton dengan tujuan Surabaya.
"Banyak angkutan logistik yang memilih menyeberang duluan sebelum pembatasan diberlakukan," jelasnya.
Antrean panjang kendaraan berangsur berkurang pada siang hari Rabu, hingga akhirnya seluruh kendaraan yang sebelumnya menumpuk di setiap areal parkir habis terlayani.
Lalu lintas kendaraan yang akan menyeberang tidak lagi harus mengantri panjang.
"Ramainya kendaraan terjadi dari sore hingga pagi," imbuhnya.
Meski demikian, volume kendaraan yang akan menyeberang diperkirakan akan terus meningkat hingga mencapai puncak antara tanggal 15-16 Maret mendatang.
Untuk itu, pihaknya telah mempersiapkan sebanyak 55 kapal, dengan jumlah kapal yang beroperasi dalam sehari berkisar antara 28 hingga 32 unit.
"Polanya normal, padat, dan sangat padat. Jika kondisi sangat padat, kami akan mengoperasikan 32 kapal," terangnya.
Pihak pelabuhan juga mengimbau masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik lebih awal.
Pasalnya, pada tahun ini akan ada penutupan operasional pelabuhan penyeberangan selama Hari Raya Nyepi.
"Masyarakat disarankan untuk mudik lebih awal karena terkait dengan penutupan pelabuhan saat Nyepi," pungkasnya.***
Editor : Donny Tabelak