Radarbadung.jawapos.com– Rencana groundbreaking proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Waste-to-Energy (WtE) di Denpasar yang awalnya direncanakan Maret 2026 kini mundur ke awal Juni 2026.
Hal itu disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster setelah menerima kunjungan perwakilan pemerintah pusat, badan usaha pengembang Danantara, serta investor Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd yang ditunjuk untuk menggarap proyek ini beserta lokasi lain di Bekasi.
Bali masuk dalam batch pertama proyek PSEL nasional.
Peluncuran resmi akan dilakukan di empat lokasi pada 6 April mendatang dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS).
Hadir dalam pertemuan tersebut juga Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dan Walikota Denpasar IGN Jaya Negara.
Deputi Bidang Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kemenko Pangan Nani Hendiarti menjamin akan mengawal percepatan pembangunan, termasuk koordinasi dengan Badan Usaha Pengembang dan Pengelola (BUPP) Danantara.
"Kami mohon dukungan Pemda untuk segera menyelesaikan PKS dan komitmen volume sampah harian yang akan diolah," ujarnya.
Baca Juga: Hutang Obat dan BMHP RSUD Tabanan Capai Rp 36,4 Miliar, DPRD Minta Jangan Jadikan BPJS Kambing Hitam
Gubernur Koster menyatakan Bali sudah siap dengan segala persiapan, mulai dari lahan, akses jalan, hingga sosialisasi kepada masyarakat yang telah memberikan dukungan.
"Kita sudah satu tim, tinggal berjalan. Isu pengolahan sampah sangat ditunggu masyarakat, jadi kita dorong percepatannya," tegasnya, sambil meminta kejelasan timeline kerja agar proses berjalan efektif.
Perwakilan Zhejiang Weiming menjelaskan bahwa proyek akan menggunakan teknologi dengan standar emisi Eropa yang tidak mencemari udara, dilengkapi sistem zero limbah air (lindi).
Residu sampah akan diproses maksimal dan sebagian dapat dimanfaatkan kembali menjadi material konstruksi seperti conblock dan paving block.
Pemerintah pusat dan investor juga akan menyediakan truk listrik pengangkut sampah untuk mendukung sistem pengelolaan modern.
Dengan terealisasinya proyek ini, Bali akan menjadi daerah pertama di Indonesia yang memiliki fasilitas PSEL skala besar dan menjadi model pengelolaan sampah terpadu bagi daerah lain.***
Editor : Donny Tabelak