Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Gaplek Bukan Sekadar Judi, Kini Jadi Jalur Ukir Prestasi Melalui Kejurkab Karangasem

Zulfika Rahman • Minggu, 15 Maret 2026 | 06:50 WIB

Para atlet domino saat mengikuti Kejurkab Karangasem yang digelar Olahraga Domino Indonesia (Orado) Karangasem, Sabtu (14/3) kemarin.
Para atlet domino saat mengikuti Kejurkab Karangasem yang digelar Olahraga Domino Indonesia (Orado) Karangasem, Sabtu (14/3) kemarin.

Radarbadung.jawapos.com- Domino atau yang lebih dikenal masyarakat dengan sebutan "gaplek" memang telah lama menjadi permainan yang merakyat.

Namun, hingga kini permainan ini masih menyimpan stigma kuat sebagai sarana judi di mata sebagian kalangan.

Kini, setelah resmi diakui sebagai cabang olahraga, gaplek bertransformasi menjadi jalur bagi atlet untuk mengukir prestasi yang membanggakan.

Sabtu (14/3), Olahraga Domino Indonesia (Orado) Karangasem menggelar Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) untuk pertama kalinya.

Kegiatan yang berlangsung di Wantilan Kantor Bupati Karangasem diikuti oleh 12 tim, yang terdiri dari 4 tim junior dan 8 tim senior, yang saling beradu strategi dalam setiap babak pertandingan.

Even perdana ini langsung disambut dengan antusias oleh para peserta.

Wajah serius terpancar jelas dari setiap pemain saat mereka fokus merumuskan taktik untuk mengalahkan lawan.

Hal ini menunjukkan bahwa permainan yang selama ini memiliki citra negatif kini telah beralih menjadi ajang yang menguji kemampuan berpikir dan analisis.

Dalam setiap meja pertandingan terdapat empat orang pemain, yang dibagi menjadi dua tim.

Mereka berusaha mengumpulkan poin dengan menjatuhkan lawan dalam setiap babak hingga menjadi pemenang.

"Sebenarnya aturan mainnya hampir sama dengan yang biasa dimainkan masyarakat. Hanya saja, sebagai cabang olahraga, ada aturan yang lebih terstruktur dan jelas," ujar I Gede Subianta Eka Kresnawan, Sekretaris Pengprovinsi Orado Bali saat ditemui.

Baca Juga: Banyak Permasalahan THR, Posko Kemnaker Sudah Terima 1.134 Pengaduan

Meski tergolong sebagai cabang olahraga baru, domino telah lama melekat dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

"Aturannya dibuat lebih rapi dan nantinya akan terdaftar resmi di Komite Olahraga Nasional Indonesia (Koni)," jelasnya.

Saat ini, Orado telah memiliki struktur organisasi di seluruh Kabupaten dan Kota di Bali. Oleh karena itu, Pengprovinsi Orado Bali mendorong setiap Pengcabangannya untuk menggelar Kejurkab guna mengembangkan cabor ini.

"Di cabor ini tidak sekadar bermain sembarangan, melainkan membutuhkan strategi matang, analisis situasi, dan cara berpikir untuk mengalahkan lawan," tambah Eka.

Melalui gerakan Orado, pihaknya berharap bisa menghapus kesan negatif masyarakat terhadap domino.

"Permainan yang selama ini identik dengan judi kini bisa menjadi sarana untuk meraih prestasi. Bahkan, cabor ini akan dilombakan dalam Porprov Bali tahun 2027 mendatang," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Pengcab Orado Karangasem, I Gusti Ngurah Gede Subagiartha (Gus Ode) mengungkapkan, kejuaraan perdana ini mendapatkan respon positif dari masyarakat.

"Basis penggemar dan pemain gaplek di Karangasem sudah cukup besar, hanya saja mereka perlu memahami aturan yang berlaku sebagai cabang olahraga agar tidak salah kaprah," katanya.

Ajang ini juga berfungsi sebagai penyaringan atlet berbakat yang akan mewakili Karangasem di tingkat provinsi bahkan nasional.

"Kami akan melakukan sosialisasi ke banjar-banjar dan sekolah-sekolah untuk mendidik masyarakat bahwa domino yang dulu dipandang negatif kini bisa menjadi sarana untuk meraih prestasi membanggakan," terangnya.

"Semoga kedepannya Orado Karangasem bisa menghasilkan atlet yang mampu membawa nama baik daerah ini di tingkat provinsi maupun nasional," harapnya.***

Editor : Donny Tabelak
#olahraga teratur #Gaplek #domino #judi #ORADO