Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Kemacetan 30 Km di Gilimanuk Mulai Berkurang, Menhub Sebut Truk Besar Penyebab Utama

Muhammad Basir • Rabu, 18 Maret 2026 | 14:42 WIB

Pemudik terjebak macet hingga 30 Km di  Gilimanuk. Tampak ratusan kendaraan antre masuk kapal.
Pemudik terjebak macet hingga 30 Km di Gilimanuk. Tampak ratusan kendaraan antre masuk kapal.

Radarbadung.jawapos.com- Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi memastikan sejumlah langkah cepat akan diterapkan untuk mengurai kemacetan panjang di jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk.

Kepadatan arus mudik sempat mencapai lebih dari 30 kilometer di Jalan Denpasar–Gilimanuk.

Dalam kunjungannya ke Pelabuhan Gilimanuk, Selasa (17/3), Menhub menjelaskan tiga kebijakan utama yang langsung diterapkan, yaitu mengoperasikan kapal berukuran besar, mengoptimalkan buffer zone, serta memberlakukan sistem tiba–bongkar–berangkat (TBB).

"Dengan tiga langkah tersebut, kepadatan mulai berkurang signifikan. Sore ini antrean yang sebelumnya lebih dari 30 kilometer sudah tersisa sekitar delapan kilometer," ujar Menhub.

Ia berharap, upaya tersebut bisa mengurai kemacetan hingga bersih menjelang penutupan pelabuhan saat Hari Raya Nyepi.

Jika masih ada potensi kendaraan tertahan, skema antisipasi juga telah disiapkan.

Prioritas penyeberangan akan diberikan kepada kendaraan kecil dan bus, mengingat jumlah penumpangnya lebih banyak.

"Kami tidak ingin kendaraan kecil dan bus tertahan di Gilimanuk saat penutupan pelabuhan," katanya.

Sementara untuk kendaraan besar yang terlanjur tertahan, akan ditampung di kawasan Gilimanuk.

Para sopir akan diberangkatkan sementara ke Banyuwangi hingga Nyepi selesai.

Biaya penanganan tersebut akan ditanggung oleh ASDP, sebelum sopir dikembalikan lagi ke Gilimanuk untuk melanjutkan perjalanan.

Dari sisi armada, total tersedia 55 unit kapal penyeberangan.

Baca Juga: Lebaran 2026, Kemnaker Gelar Mudik Gratis untuk 12.690 Pekerja dan Ojol

Hingga 35 kapal disiapkan untuk beroperasi secara optimal guna mencegah penumpukan kendaraan.

Menhub mengaku prihatin atas kondisi kemacetan parah yang terjadi selama beberapa hari terakhir dan meminta semua pihak patuh pada aturan.

Khususnya kepada pengusaha angkutan logistik, ia mengimbau agar Surat Keputusan Bersama (SKB) pembatasan operasional kendaraan dipatuhi, terutama larangan beroperasinya kendaraan sumbu tiga ke atas.

"Kendaraan besar ini menjadi salah satu penyebab utama kemacetan di Jalan Denpasar–Gilimanuk. Karena itu aturan harus ditaati," tegasnya.

Terkait arus balik, Menhub menilai kondisi di Pelabuhan Ketapang relatif lebih cair. Akses jalan tol di Jawa Timur sudah beroperasi meski masih bersifat fungsional.

Di Ketapang juga disiapkan buffer zone untuk menahan kendaraan dan menerapkan sistem delay agar arus tetap terkendali.

"Sistemnya saat arus balik kurang lebih sama dengan saat arus mudik," terangnya.***

Editor : Donny Tabelak
#nyepi #macet #gilimanuk #menhub #mudik #menteri perhubungan budi karya